Kenapa sering keliru?
Pelesapan huruf 'r' pada awalan 'ber-' menjadi 'be-' adalah fenomena fonologis yang sangat umum dalam penuturan bahasa Indonesia sehari-hari, khususnya dalam ragam lisan informal. Proses ini disebut apokope atau sinkope konsonan, di mana konsonan 'r' yang berada di posisi koda suku kata cenderung dihilangkan karena dianggap mempersulit pengucapan. Pola ini konsisten terjadi pada banyak kata berawalan 'ber-' lainnya, seperti 'bertanya' yang diucapkan 'betanya', atau 'bermain' menjadi 'bemain' dalam tuturan cepat. Ketika kebiasaan lisan ini terbawa ke dalam tulisan, lahirlah varian 'betubi-tubi' yang secara visual tampak wajar bagi penulisnya.
Etimologi & Sejarah
Kata 'bertubi-tubi' berasal dari kata dasar 'tubi' dalam bahasa Melayu yang berarti 'berulang-ulang' atau 'terus-menerus'. Kata ini dibentuk dengan awalan 'ber-' yang menandakan suatu tindakan yang berlangsung secara aktif dan berulang, lalu diulang menjadi 'bertubi-tubi' untuk mempertegas intensitas pengulangan tersebut. Bentuk baku ini telah lama digunakan dalam khazanah bahasa Melayu dan Indonesia untuk menggambarkan sesuatu yang datang atau terjadi secara susul-menyusul tanpa henti, seperti serangan, pertanyaan, atau cobaan yang datang bertubi-tubi.
Konteks Budaya
Fenomena gugurnya 'r' pada awalan 'ber-' sangat erat kaitannya dengan pengaruh dialek Betawi dan sejumlah dialek Jawa yang memang secara sistematis melesapkan bunyi 'r' dalam posisi tertentu. Di era komunikasi digital, kebiasaan menulis cepat di platform pesan singkat dan media sosial semakin mempercepat persebaran varian seperti 'betubi-tubi'. Pengguna bahasa seringkali tidak menyadari perbedaan antara ucapan kasual dan tulisan formal, sehingga bentuk lisan yang telah terinternalisasi secara otomatis dituangkan dalam teks. Meskipun makna yang dimaksud tetap tersampaikan dalam konteks percakapan informal, penggunaan 'betubi-tubi' dalam tulisan formal dianggap tidak baku dan mencerminkan kurangnya kesadaran morfologis terhadap sistem afiksasi bahasa Indonesia.
Konteks Penggunaan
“Para jurnalis mengajukan pertanyaan bertubi-tubi kepada pejabat itu setelah konferensi pers berlangsung.”
The journalists fired questions in rapid succession at the official after the press conference concluded.