Kembali ke Ejaan
Salahridho
Bakurida

Ridho vs Rida: Mana yang Benar Secara Bahasa?

agamabudaya

Kenapa sering keliru?

Varian 'ridho' muncul akibat beberapa faktor linguistik. Pertama, pengaruh pengucapan dialek Jawa dan Sunda yang cenderung menambahkan vokal 'o' di akhir kata serapan Arab, sehingga kata seperti 'rida' terasa lebih 'lengkap' bila diucapkan 'ridho'. Kedua, masyarakat sering mendengar dan mengucapkan kata ini dalam konteks keagamaan secara lisan jauh sebelum mengenalnya secara tulisan, sehingga ejaan disesuaikan dengan bunyi yang terbiasa didengar. Ketiga, absennya penekanan pendidikan literasi ejaan baku dalam konteks keagamaan informal turut memperkuat variasi ini.

Etimologi & Sejarah

Kata 'rida' berasal dari bahasa Arab رِضَا (riḍā), yang berarti kerelaan, persetujuan, atau keridhaan hati. Kata ini masuk ke dalam bahasa Indonesia melalui jalur keislaman dan telah lama diserap ke dalam kosakata baku. Dalam sistem alih aksara Arab ke Latin yang distandarisasi, bunyi huruf ض (ḍad) direpresentasikan dengan 'd', sehingga bentuk bakunya menjadi 'rida', bukan 'ridho'. Kata ini memiliki padanan dalam berbagai bahasa di dunia Islam, seperti bahasa Persia dan Urdu, dengan pengucapan yang serupa.

Konteks Budaya

Kata 'ridho' sangat lazim ditemukan dalam konteks kehidupan beragama Islam di Indonesia, baik dalam percakapan sehari-hari, unggahan media sosial, nama diri, hingga kaligrafi. Frasa seperti 'ridho Allah', 'ridho orang tua', dan 'mencari ridho-Nya' adalah ekspresi yang sangat akrab di telinga masyarakat Muslim Indonesia. Menariknya, varian 'ridho' bahkan digunakan sebagai nama orang yang sangat populer, yang semakin mengukuhkan kehadirannya di ruang publik. Hal ini menciptakan situasi diglosia di mana 'rida' diakui sebagai bentuk baku, namun 'ridho' justru lebih dominan dan terasa lebih 'natural' dalam ekspresi religius dan budaya populer.

Konteks Penggunaan

Ia selalu berusaha berbakti kepada kedua orang tuanya demi meraih rida mereka dan rida Allah SWT.

He always strived to be devoted to his parents in order to earn their rida and the rida of Allah SWT.