Empiris· 3 menit baca

Claude Haiku salah 10 dari 36 soal tingkat tutur Jawa, Claude Sonnet cuma 3

Tersedia juga, ditulis untuk pembaca umumDiuji Unggah-Ungguh Jawa, AI Termurah Anthropic Salah 10 Kali

Bahasa Jawa punya tingkat tutur yang mengubah kata itu sendiri, bukan cuma nadanya, dan kami menguji apakah dua model dari Anthropic tahu kepada siapa sebuah kata pantas diucapkan. Claude Haiku 4.5, kelas murah, salah menjawab sepuluh dari 36 soal. Claude Sonnet 4.6, kelas mahal dari perusahaan yang sama, salah tiga.

Diukur dari runs-2026-08-05-jvA-anthropic-haiku-vs-sonnet-summary.md dan 1 sumber lain

36 soal
Soal pilihan ganda
91,67%
Skor Claude Sonnet 4.6
72,22%
Skor Claude Haiku 4.5
$0,11
Total biaya uji

Dua model, satu perusahaan, satu ujian

Bahasa Jawa punya tingkat tutur yang mengubah kata itu sendiri, bukan cuma nadanya. "Makan" jadi mangan kepada teman sebaya, nedha kepada orang yang dihormati, dhahar kepada orang yang jauh lebih tinggi kedudukannya. Memilih tingkat yang keliru bukan salah tata bahasa, melainkan salah sopan santun, dan penutur langsung menangkapnya.

Itu yang kami uji: bukan apakah model tahu arti sebuah kata, melainkan apakah ia tahu kepada siapa kata itu pantas diucapkan. Dua model dari Anthropic, satu kelas murah dan satu kelas mahal, mengerjakan set soal yang sama persis: 36 soal pilihan ganda tingkat tutur bahasa Jawa, urutan pilihan diacak per soal, tiga kali ulangan, temperature nol (0).

ModelSkorSalah dari 36Biaya
Claude Haiku 4.572,22%10 soal$0,026
Claude Sonnet 4.691,67%3 soal$0,079

Selisihnya 19,45 poin persentase. Model murah salah lebih dari tiga kali lipat lebih sering daripada model mahal dari keluarga yang sama, dan seluruh pengujian kedua model, 264 panggilan, menghabiskan sebelas sen.

7
jumlah soal yang memisahkan Claude Haiku 4.5 dan Claude Sonnet 4.6, dari 36
Selisih ini lolos ambang uji statistik yang lazim (p dua-arah sekitar 0,03), tapi tipis: satu soal saja yang berpindah sisi sudah cukup menggeser kesimpulan.

Kami hampir melaporkan hasilnya terbalik

Sebelum sampai ke skor, ada satu angka lain yang nyaris kami jadikan temuan utama, dan untungnya kami periksa dulu.

Dibaca apa adanya, rerata waktu jawab Claude Haiku 4.5 adalah 2.444 ms, sementara Claude Sonnet 4.6 cuma 1.609 ms. Model murah tampak 52% lebih lambat daripada model mahal dari keluarga yang sama. Menarik, berlawanan naluri, dan salah.

Menurut rerata

Haiku 2.444 ms lawan Sonnet 1.609 ms. Haiku tampak 52% lebih lambat.

Menurut median

Haiku 980 ms lawan Sonnet 1.448 ms. Haiku justru 32% lebih cepat.

Sebabnya bukan kecepatan model, melainkan jaringan. Angka waktu kami mengukur waktu dinding satu panggilan, termasuk jeda tunggu ketika penyedia sedang penuh dan permintaannya harus diulang. Anthropic kebetulan sedang kelebihan beban tepat pada giliran Haiku: tujuh panggilannya gagal seluruhnya dan harus diulang, dan jawaban terlamanya sampai 23.897 ms. Ekor sepanjang itu yang menyeret reratanya, bukan modelnya yang lambat.

Ini bukan kejadian sekali ini saja. Diukur pada seluruh 5.705 baris pengukuran kami, rerata melampaui median antara 4% sampai 152% tergantung modelnya. Pelajarannya: pada data yang berekor panjang karena gangguan jaringan, rerata adalah pembohong yang piawai.

Yang tidak boleh disimpulkan dari angka ini

Godaan paling besar dari tabel di atas adalah menyimpulkan "model mahal lebih baik untuk bahasa daerah". Datanya tidak mendukung klaim seluas itu. Yang ditunjukkan cuma bahwa dua model tertentu, dari satu perusahaan yang sama, terpisah jauh pada satu dimensi ini.

Pada pengukuran kami sebelumnya di dimensi yang sama, sebuah model terbuka kelas murah mencetak 96,88%, dan sebuah model kelas termahal mencetak 100%, keduanya di atas Claude Sonnet 4.6 dalam pengujian ini. Jumlah soalnya berbeda (32 lawan 36) sehingga tidak sebanding langsung, tapi cukup untuk melarang kesimpulan bahwa urutan harga adalah urutan kemampuan.

Kabar baiknya, di sisi lain: bahasa daerah sering diasumsikan sebagai wilayah yang seluruh model AI sama buruknya, dan pengujian ini membantahnya. Claude Sonnet 4.6 menjawab benar 33 dari 36 soal tingkat tutur Jawa. Tingkat tutur Jawa ternyata bukan tembok yang mustahil ditembus AI, asal kapasitas dasarnya memang memadai.

Data & provenans

Keterbatasan

36 soal pilihan ganda, satu set, satu bahasa. Delapan soal isian pada set yang sama dijalankan tetapi tidak dinilai, menunggu penutur Jawa, sehingga angka di sini tidak mencakup seluruh dimensinya.

p sekitar 0,03 lewat ambang lazim tetapi tipis. Satu soal berpindah sisi sudah menggeser kesimpulan. Ini bukti jaraknya besar, bukan pengukuran presisi atas besarnya. Perhitungan kuasa kami sendiri menyebut selisih sebesar ini idealnya menuntut sekitar 57 soal; kami punya 36.

Dua model dari satu keluarga Anthropic. Ini bukan pernyataan tentang model murah pada umumnya, melainkan tentang dua model tertentu pada satu dimensi. Pada pengukuran kami sebelumnya di dimensi yang sama, sebuah model terbuka kelas murah mencetak 96,88% dan sebuah model kelas termahal mencetak 100%, keduanya di atas Claude Sonnet 4.6 dalam pengujian ini. Jumlah soalnya berbeda sehingga tidak sebanding langsung, tetapi cukup untuk menunjukkan bahwa urutan harga bukan urutan kemampuan.

Kedua model dipanggil langsung ke Anthropic, sementara seluruh pengukuran kami yang lain lewat satu perantara. Perbandingan kedua model ini terhadap satu sama lain bersih; perbandingannya terhadap model lain di katalog kami tidak setara.

Soal-soal ini tidak pernah diterbitkan, tetapi kami tidak punya cara membuktikan model belum pernah melihat sumber yang sama.

Angka waktu mengukur waktu dinding termasuk jeda tunggu percobaan ulang, bukan kecepatan model murni.

Tiga ulangan memberi angka yang identik persis pada kedua model. Itu bukan kabar sebaik kelihatannya: temperature disetel nol, jadi kestabilan itu memang yang diharapkan. Ia menandakan jawaban yang stabil, bukan jawaban yang benar, dan bukan jaminan angka yang sama akan muncul pada pengukuran terpisah nanti.

Riwayat revisi

Terbit
Terakhir diperbarui
belum pernah direvisi sejak terbit

Istilah dalam artikel ini

latensi
Lama waktu dari permintaan dikirim sampai jawaban lengkap diterima. Perlu dibedakan dari kecepatan mengetik model: angka ini ikut memuat jeda menunggu giliran ketika penyedia sedang penuh, sehingga segelintir panggilan yang bernasib buruk dapat menaikkan reratanya jauh di atas pengalaman sehari-hari.
temperature
Sakelar yang mengatur seberapa berani sebuah model AI memilih kata yang kurang mungkin. Disetel nol, model selalu mengambil pilihan yang paling mungkin, sehingga pertanyaan yang sama cenderung dijawab sama persis. Dinaikkan, jawabannya jadi lebih beragam tetapi lebih sulit diulang. Dalam pengujian, nol dipakai supaya yang terukur kemampuan modelnya, bukan keberuntungan undiannya.

Ditulis penulis untuk artikel ini, bukan disalin dari entri kamus.