Empiris· 4 menit baca

GPT-6 Astra dan Luna imbang pada benchmark slang Indonesia

Dua model menjawab benar seluruh soal slang publik. Satu-satunya pembeda keduanya justru separuh set yang tidak pernah kami terbitkan.

Diukur dari export-id-B-ringkas-model.csv dan 1 sumber lain

42/42
Astra publik
59/60
Astra total
$0,15
Biaya Astra

Skor sempurna yang tetap kalah

gpt astra luna

Kami menguji GPT-6 Astra pada benchmark slang Indonesia milik kami, 60 soal pilihan ganda yang menanyakan arti sebuah istilah gaul di dalam kalimat tempat istilah itu dipakai. 42 soal di antaranya terbit ke publik. Sisanya, 18 soal, kami tahan dan tidak pernah dirilis ke dataset mana pun, supaya model yang dilatih belakangan tidak mungkin sempat membacanya.

Astra menjawab benar seluruh 42 soal publik. Belum ada model lain di panel kami yang menyamainya. Astra kemudian keliru pada 1 dari 18 soal tertahan dan menutup keseluruhan set di angka 59 dari 60, terpaut 1 soal di belakang GPT-5.6 Luna, model OpenAI yang lebih murah dan justru hendak digantikan oleh Astra, yang menjawab benar 60 soal tanpa cela.

ModelPublikTertahanSeluruh setBiaya
GPT-5.6 Luna42/4218/1860/60$0,0031
GPT-6 Astra42/4217/1859/60$0,1455
Gemma 4 31B41/4217/1858/60$0,0010
DeepSeek V4 Flash39/4218/1857/60$0,0022
Claude Haiku 4.538/4218/1856/60$0,0154
GLM 5.340/4216/1856/60$0,0174

Selisih 1 soal dari 60 bukan jarak yang nyata. Uji dua proporsi memberi z = 1,00 dan p ≈ 0,32, cara lain untuk mengatakan bahwa kedua model itu sama sekali tidak dapat kami bedakan pada set ini. Siapa pun yang melaporkan hasil ini sebagai kemenangan Luna atas Astra sedang membaca derau sebagai temuan.

Kedua model berakhir dengan urutan yang sama pada uji arti kata Jawa langka kami, tempat Luna menjawab benar 35 dari 43 soal dan Astra 33. Selisih itu pun tidak signifikan. Dua pengujian yang condong ke arah sama belum menjadi bukti adanya perbedaan nyata di antara kedua model, dan kami tidak menyajikannya sebagai bukti.

Separuh soal publik berhenti mengukur

Temuan yang lebih awet justru terlihat di puncak tabel itu. Dua model menjawab benar 42 dari 42 soal publik, dan satu model lain meleset di satu soal saja. Pada titik jenuh seperti ini, separuh soal yang terbit sudah kehilangan daya pisahnya. Tiga model terkuat kami terpisah oleh satu soal publik saja, jarak yang masih berada di dalam rentang ketika satu pengujian ulang bisa membalik urutannya.

Seluruh pembeda di antara model-model teratas kini datang dari 18 soal tertahan, dan bahkan di situ sinyalnya tipis. Luna, DeepSeek V4 Flash, dan Claude Haiku 4.5 sama-sama menjawab benar 18 dari 18 soal tertahan, tetapi ketiganya menutup keseluruhan set di angka 60, 57, dan 56. Separuh soal yang kami tahan mengerjakan hampir seluruh tugas pemeringkatan, padahal jumlahnya lebih sedikit.

Benchmark yang separuh soal publiknya dilewati semua peserta adalah benchmark yang berhenti bertanya.

Kami pernah menyampaikan argumen yang sama untuk mempertahankan irisan tertahan (held-out slice), hanya saja kali ini argumennya tiba dari arah sebaliknya. Kekhawatiran yang biasa adalah kontaminasi, ketika soal yang sudah terbit bocor ke data pelatihan lalu berhenti mengukur apa pun. Di sini soal publik kami tidak bocor, melainkan sudah terpecahkan. Kedua jalan itu bermuara di tempat yang sama, dan hanya soal tertahan yang masih benar-benar bertanya.

Mahal, dan juga tidak cepat

Biaya memisahkan model-model ini jauh lebih tajam daripada akurasi. Satu putaran Astra menghabiskan $0,1455 dengan tarif resmi OpenAI, $10 per juta token input dan $50 per juta token output. Putaran yang sama persis pada Luna menghabiskan $0,0031, atau 47 kali lipat lebih murah, untuk 1 jawaban benar lebih banyak. Gemma 4 31B menutup pengujian terpaut 1 soal di belakang Astra dengan biaya $0,0010, sekitar 145 kali lipat lebih murah.

Waktu respon mengikuti pola yang sama dengan yang kami ukur pada kosa kata Jawa di pengujian sebelumnya. Median waktu respon Astra di set ini 2.759 ms, berhadapan dengan 1.103 ms milik Luna, 1.214 ms milik GLM 5.3, dan 614 ms milik Gemma 4 31B. Hanya DeepSeek V4 Flash dan GLM 5.3 Flash yang lebih lambat, dan keduanya memang mengeluarkan jejak penalaran yang panjang. Astra irit dalam menuliskan jawaban, dan tetap butuh waktu lebih lama untuk menuliskannya.

Batas dari selisih satu soal

Astra tidak gagal di pengujian ini. Astra menyamai skor publik terbaik di panel kami dan menutup set terpaut 1 soal tertahan saja dari hasil sempurna, pada set yang model-model terkuatnya sudah bertumpuk di posisi teratas. Dibaca dengan ketat, pengujian ini menyatakan Astra berada di puncak panel slang Indonesia dan tidak dapat dibedakan dari model-model di sekitarnya.

Pengujian ini juga menyatakan sesuatu tentang alat ukur kami, bukan tentang modelnya. Ketika separuh soal yang terbit tidak lagi sanggup memisahkan model-model teratas, tanggapan yang jujur adalah mengatakannya dalam tarikan napas yang sama dengan skornya, lalu terus membangun soal yang belum terpecahkan oleh model-model itu.

Data & provenans

Keterbatasan

60 soal pilihan ganda, satu kali pengujian per model, tanpa ulangan. Selisih 1 soal pada jumlah sampel sebesar ini masih berada di dalam derau antar-pengujian yang wajar, jadi urutan tiga model teratas sebaiknya dibaca sebagai imbang, bukan sebagai peringkat.

Separuh soal publik pada set ini sudah mendekati jenuh. Dua model menjawab benar seluruh 42 soal publik dan satu model lain meleset di satu soal saja, sehingga angka publik saja tidak lagi sanggup memeringkat model-model terkuat. Perbandingan berikutnya pada tingkat ini akan bergantung pada separuh soal tertahan, dan jumlahnya 18 soal.

Naskah soal dan kunci jawaban pada separuh tertahan tidak pernah kami terbitkan, termasuk satu soal yang dijawab keliru oleh Astra. Kebijakan itu menjaga alat ukurnya tetap bersih, sekaligus berarti pembaca tidak bisa memeriksa sendiri soal tersebut.

Set ini mengukur pemahaman slang Indonesia dalam bentuk pilihan ganda. Hasilnya tidak menjelaskan kemampuan model dalam memproduksi slang, tidak mewakili ragam daerah di luar korpus asal soal-soal ini, dan tidak menyentuh tugas penalaran maupun agentik yang dipasarkan OpenAI untuk Astra.

Riwayat revisi

Terbit
Terakhir diperbarui
belum pernah direvisi sejak terbit

Istilah dalam artikel ini

token
Potongan teks yang jadi satuan hitung model AI, kira-kira sepanjang suku kata sampai satu kata pendek. Harga layanan AI dihitung per juta token, masuk dan keluar dihitung terpisah, sehingga jawaban yang bertele-tele benar-benar lebih mahal daripada jawaban yang ringkas.

Ditulis penulis untuk artikel ini, bukan disalin dari entri kamus.