Adjektiva
Kata sifat; kata yang menerangkan nomina (kata benda) dan secara umum dapat bergabung dengan kata lebih dan sangat.
Kondisi yang terlalu lama atau melampaui batas waktu yang dianggap wajar, sehingga menimbulkan rasa tidak sabar atau ketidaknyamanan. Kata ini merupakan bentuk “intensifikasi” dari kata dasar suwe dalam bahasa Jawa yang berarti lama.
bertele-tele
Sesuatu yang memakan waktu terlalu lama karena tidak langsung pada intinya.
kelamaan
Bentuk informal Bahasa Indonesia yang memiliki makna setara dan sering digunakan secara bergantian dengan `kesuen` dalam percakapan sehari-hari.
lila teuing
Ungkapan dalam bahasa Sunda untuk menyatakan durasi yang terlalu lama.
terlalu lama
Padanan formal dalam Bahasa Indonesia Baku untuk `kesuen`.
suwe
Kata dasar dari `kesuen`, namun tanpa nuansa eksesif. `Suwe` hanya berarti 'lama', sedangkan `kesuen` berarti 'terlalu lama'.
kasepen
Digunakan dalam beberapa dialek Jawa untuk merujuk pada situasi yang berjalan terlalu lambat atau memakan waktu terlalu lama, meskipun konteks penggunaannya sedikit berbeda dari `kesuen`.
Kata kesuen berasal dari bahasa Jawa dengan akar kata suwe yang bermakna 'lama'. Pembentukan kata ini menggunakan konfiks ke-...-en yang dalam tata bahasa Jawa berfungsi sebagai penanda “kelebihan” atau eksesif, sehingga kesuen secara harfiah berarti 'terlalu lama'. Pola ke-...-en ini sangat produktif dalam bahasa Jawa dan paralel dengan konstruksi serupa seperti kepanasan (terlalu panas) atau kesiangan (terlalu siang). Kata kesuen lazim digunakan dalam ragam percakapan sehari-hari masyarakat Jawa, terutama di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, untuk mengekspresikan ketidaksabaran atau keluhan terhadap durasi yang dianggap berlebihan.
Kok kesuen banget ngenteni bis iki, gak teko-teko! (Kok terlalu lama banget nunggu bus ini, nggak datang-datang!)
Merepresentasikan penggunaan nyata dan sesuai konteks leksikal.