ibahasa - Living Dictionary

Living Dictionary untuk bahasa gaul, dialek, dan konteks budaya Indonesia. Dikurasi oleh manusia, didukung teknologi.

Platform

  • Trending
  • Leaderboard
  • Kata Acak
  • Contribute
  • Browse A-Z

Legal

  • Tentang Kami
  • Syarat & Ketentuan
  • Kebijakan Privasi
  • Hubungi Kami
© 2026 ibahasa. Hak cipta dilindungi.
Switch to English
Twitter (X)
ibahasa - Living Dictionary
EN
Jelajahi ibahasa
  • Jelajahi Kata
  • Jelajahi A-Z
  • Kontribusi
  • Klasemen Perkembangan
Koleksi Topik
  • Bahasa JakselMengulas kamus bahasa anak Jak...
  • Slang & GaulKumpulan kosakata gaul sehari-...
  • Tech & StartupGlosarium lengkap istilah star...
  • Gaming & EsportsKamus bahasa gamer sejati. Dar...
  • Internet CultureEnsiklopedia budaya internet I...
  • Bahasa JawaEksplorasi kekayaan dialek Jaw...
  • Bahasa SundaKumaha damang? Menyelami manis...
  • Bahasa BatakHoras! Pelajari ketegasan dan ...
  • Bahasa BetawiBahasa asli ibu kota. Dari 'gu...
  • Baku (Formal)Koleksi kata baku dan resmi Ba...
  • PeribahasaRagam peribahasa dan ungkapan ...
  • General / UmumKumpulan kosakata umum Bahasa ...
  • Budaya / LokalGlosarium istilah budaya, adat...
  • Bahasa Tempo DoeloeBahasa Klasik
  1. Topik
  2. Bahasa Jawa
Koleksi Terverifikasi

Bahasa Jawa

Eksplorasi kekayaan dialek Jawa: Ngoko, Kromo, hingga Ngapak Banyumasan. Menyuarakan keramahan tanah Jawa Tengah & Timur.

296 kata•Diperbarui berkala

Garangan

“Istilah dalam bahasa Jawa yang merujuk pada laki-laki yang memiliki kecenderungan untuk menggoda atau mendekati banyak perempuan secara berganti-ganti, serupa dengan istilah 'buaya darat' dalam bahasa Indonesia.”

1 arti

Bajigur

“Bajigur adalah plesetan yang lebih halus untuk umpatan kasar “Bajingan”. Biasanya diucapkan oleh orang yang terbiasa berbahasa Jawa.”

1 arti

Gremet

“Praktik “klenik” atau ilmu gaib dalam tradisi Jawa yang merujuk pada benda atau zat berbahaya yang disisipkan secara tersembunyi, umumnya ke dalam makanan atau minuman, dengan tujuan mencelakai atau mencelakakan orang lain melalui kekuatan supranatural.”

2 arti

Gentho

“Gentho merujuk pada individu yang memiliki reputasi sebagai pembuat onar, sering terlibat dalam tindakan kekerasan, atau merupakan anggota kelompok berandalan. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan preman atau tukang berkelahi.”

1 arti

Nelongso

“Merasakan kesedihan yang mendalam, kesengsaraan, atau penderitaan akibat beban dan tekanan hidup yang berat; merasa nelangsa dan tak berdaya menghadapi kemalangan.”

1 arti

Sungkan

“Merasa enggan atau khawatir untuk melakukan sesuatu karena “rasa segan”, tidak enak hati, atau tidak ingin menyakiti perasaan orang lain.”

1 arti

Sugih

“Keadaan memiliki harta benda, kekayaan materi, atau kelimpahan sumber daya yang berlebih. Selain itu, istilah ini juga merepresentasikan kondisi “kaya” secara spiritual, batin, atau pengalaman hidup yang mencerminkan kesejahteraan menyeluruh dalam perspektif budaya Jawa.”

1 arti

Bungah

“Perasaan senang, bahagia, atau gembira yang meluap-luap dalam hati. Kata “bungah” menggambarkan kondisi emosional seseorang yang sedang merasakan kebahagiaan mendalam, kepuasan, atau suka cita atas suatu peristiwa yang menguntungkan atau menyenangkan.”

1 arti

Sanes

“Kata penolakan atau penyangkalan dalam ragam krama alus bahasa Jawa, yang berarti “tidak” atau “bukan”, digunakan sebagai bentuk sopan dan halus untuk menyatakan penolakan, ketidaksetujuan, atau penyangkalan terhadap suatu pernyataan.”

1 arti

Ngarep

“Kata dalam bahasa Jawa yang berarti “depan” atau bagian yang menghadap ke arah tertentu. Digunakan untuk menunjukkan posisi, arah, atau lokasi yang berada di sisi muka suatu objek atau tempat.”

1 arti

Kupat

“Bentuk dialek bahasa Jawa untuk menyebut “ketupat”, yaitu makanan tradisional berbahan beras yang dibungkus dengan anyaman daun kelapa muda dan dimasak hingga padat. Pelafalan kupat lebih mudah diucapkan oleh penutur Jawa karena penyesuaian fonetis terhadap bunyi vokal.”

1 arti

Gabah

“Butiran padi yang telah dipisahkan dari tangkainya, namun masih terbungkus oleh “sekam” atau kulit pelindung.”

1 arti

Tiwas

“Kondisi yang menggambarkan sesuatu yang telah terlanjur terjadi atau dilakukan sehingga menjadi sia-sia; merujuk pada penyesalan atas tindakan yang sudah tidak dapat diubah.”

1 arti

Wes

“Kata seru atau partikel yang menyatakan suatu tindakan atau kondisi telah “selesai” atau “sudah” terjadi. Sering digunakan untuk mengonfirmasi atau menegaskan penyelesaian sesuatu.”

1 arti

Gasik

“Menggambarkan kondisi atau tindakan yang terjadi lebih awal dari waktu yang telah ditentukan, dijadwalkan, atau diperkirakan sebelumnya. Kata ini merupakan bentuk informal dari “lebih awal” dalam ragam bahasa Jawa sehari-hari.”

1 arti

Yuswa

“Kata dalam ragam krama bahasa Jawa dan ragam lemes bahasa Sunda yang bermakna usia atau umur, digunakan untuk menyebut jumlah tahun kehidupan seseorang dengan penuh hormat dan kesopanan.”

1 arti

Kiyat

“Memiliki kondisi fisik atau mental yang “kokoh” dan tidak mudah goyah. Kata ini merujuk pada ketahanan atau kekuatan yang bersifat substansial.”

1 arti

Sagedipun

“Bentuk nomina turunan dalam bahasa Jawa ragam Krama Inggil, dibentuk dari kata dasar saged (mampu, bisa) dengan penambahan sufiks posesif -ipun (milik dia/nya); bermakna 'kemampuannya' atau 'kepandaiannya', merujuk pada kapasitas atau kecakapan seseorang yang diacu dalam konteks hormat.”

1 arti

Remen

“Kata yang menyatakan rasa “senang”, “suka”, atau “gemar” terhadap sesuatu atau seseorang. Dalam sistem bahasa Jawa, istilah ini dikategorikan sebagai bentuk “krama” yang menunjukkan rasa hormat.”

1 arti

Purun

“Kata “purun” merupakan bentuk “krama” dalam bahasa Jawa yang berarti bersedia, mau, atau berkenan melakukan sesuatu.”

1 arti

Pisan

“Kata keterangan yang menyatakan frekuensi atau jumlah kejadian yang berarti “sekali” atau “satu kali”.”

1 arti

Rikuh

“Perasaan “sungkan”, canggung, atau tidak enak hati saat hendak melakukan sesuatu karena merasa tidak layak, tidak pantas, atau khawatir menyinggung perasaan orang lain; sinonim umum: ewuh, canggung.”

1 arti

Dudu

“Kata “negasi” yang digunakan dalam bahasa Jawa untuk menyangkal nomina, frasa nominal, atau predikat yang bersifat nominal.”

1 arti

Niki

“Kata demonstratif dalam bahasa Jawa tingkat krama yang berarti “ini”, digunakan untuk merujuk pada benda, orang, atau situasi yang berada dekat dengan pembicara.”

1 arti
  • 1
  • 2
  • 3
  • 13