ibahasa

Living Dictionary untuk bahasa gaul, dialek, dan konteks budaya Indonesia. Dikurasi oleh manusia, didukung teknologi.

Platform

  • Trending
  • Leaderboard
  • Kata Acak
  • Contribute
  • Browse A-Z

Legal

  • Tentang Kami
  • Syarat & Ketentuan
  • Kebijakan Privasi
  • Hubungi Kami
© 2026 ibahasa. Hak cipta dilindungi.
Switch to English
Twitter (X)
ibahasa
EN
Jelajahi ibahasa
  • Jelajahi Kata
  • Jelajahi A-Z
  • Kontribusi
  • Klasemen Perkembangan
Koleksi Topik
  • Bahasa JakselLiterally bahasa anak Senopati...
  • Slang & GaulKosakata gaul sehari-hari, bia...
  • Tech & StartupIstilah dunia startup, coding,...
  • Gaming & EsportsBahasa mabar, mic on, noob, da...
  • Internet CultureMeme, viral, dan bahasa warga ...
  • Bahasa JawaNgoko, Kromo, dan dialek Jawa ...
  • Bahasa SundaKumaha damang? Bahasa dari tan...
  • Bahasa BatakHoras! Bahasa tegas dari Sumat...
  • Baku (Formal)Bahasa resmi sesuai KBBI dan P...
  • PeribahasaUngkapan tradisional penuh mak...
  • General / UmumBahasa umum.
  • Budaya / LokalIstilah budaya dan kearifan lo...
  • Bahasa Tempo DoeloeBahasa Klasik
  1. Topik
  2. Bahasa Jawa
Koleksi Terverifikasi

Bahasa Jawa

Ngoko, Kromo, dan dialek Jawa Timuran.

23 kata•Diperbarui berkala

Bajigur

“Bajigur adalah plesetan yang lebih halus untuk umpatan kasar "Bajingan". Biasanya diucapkan oleh orang yang terbiasa berbahasa Jawa.”

1 arti

Sundel

“Berakar dari istilah dalam mitologi seperti sundel bolong (figur hantu perempuan dalam cerita rakyat Jawa). Karena asosiasinya sangat negatif, kata ini termasuk kategori kata makian atau umpatan ekstrem jika diarahkan pada seseorang atau suatu keadaan.”

1 arti

Sopo

“Kata tanya untuk menanyakan identitas atau nama seseorang, versi santai dari 'siapa'.”

1 arti

Biyayakan

“Perilaku berkendara, berjalan, atau berlari secara ugal-ugalan, serampangan, dan tidak hati-hati tanpa memperhatikan keselamatan. Terkadang ditulis "byayakan".”

1 arti

Kemlinthi

“Kemlinthi (bahasa Jawa) adalah istilah untuk menggambarkan orang yang sombong atau sok penting, gaya berlebihan / sok keren, banyak omong tapi minim substansi.”

1 arti

Karepmu

“Dalam bahasa Jawa "Karepmu" berasal dari kata karep (keinginan/kemauan) + -mu (milikmu). Arti literalnya: “terserah kamu / semaumu.” Kata lain "sakarepmu", "sakpenakmu".”

1 arti

Nganu

“Kata pengganti untuk sesuatu yang lupa atau tidak ingin disebutkan dengan jelas, semacam 'thingy' atau 'whatchamacallit'.”

1 arti

Celengan

“Celengan adalah istilah untuk tempat penyimpanan uang, berasal dari kata 'celeng' (babi). Berfungsi sebagai sarana berlatih anak kecil untuk menabung sejak dini.”

1 arti

Nggremeng

“Berbicara atau mengomel dengan suara pelan dan tidak jelas, biasanya menunjukkan ketidakpuasan atau kesal”

1 arti

Jos gandos

““Jos gandos” adalah ungkapan slang Jawa (sangat populer di Jawa Timur, juga dipahami luas di Jawa Tengah) yang berarti sangat mantap, luar biasa, top banget.”

1 arti

Cangkem

“Mulut atau bibir; juga berarti berbicara banyak atau cerewet dalam bahasa Jawa ngoko”

1 arti

Ndusel

“Kata dalam bahasa Jawa yang berarti mendorong atau menyodorkan sesuatu dengan lembut atau perlahan. Bisa juga memiliki maksud menggesekan anggota badan ke orang lain.”

1 arti

Temangsang

“Suatu kondisi ketika benda menyangkut atau tersangkut di tempat tinggi seperti pohon atau atap rumah.”

1 arti

Nggeh

“Kata sapaan atau persetujuan dalam bahasa Jawa Krama (tingkat tutur hormat) yang berarti 'ya' atau 'iya'. Digunakan untuk menunjukkan kesopanan dan penghormatan kepada orang yang lebih tua, atasan, atau dalam situasi formal. Ekuivalen dengan 'inggih' dalam ragam Jawa halus, mencerminkan tata krama dan hierarki sosial dalam budaya Jawa.”

1 arti

Gembrot

“Kata sifat dalam bahasa Jawa yang merujuk pada kondisi tubuh yang gemuk atau besar, sinonim dari kata 'gendut' dalam bahasa Indonesia.”

1 arti

Sompret

“Kata kasar dalam bahasa Jawa untuk mengumpat atau mengekspresikan kejengkelan, serupa dengan 'sialan' atau 'brengsek'”

1 arti

Ndakik-ndakik

“Berbicara dengan pembahasan yang terlalu tinggi, sulit dimengerti atau terlalu rumit dan berlebihan. Merupakan reduplikasi dari “ndakik” (tinggi/berlebihan)”

1 arti

Mbok menawa

“Ungkapan kemungkinan atau harapan.”

1 arti

Horeg

“Horeg berarti getaran atau guncangan kuat dari sound system yang berlebihan, sering terdengar di acara seperti pernikahan atau pertunjukan khusus sound horeg di daerah Jawa Timur.”

1 arti

Kupret

“Kata umpatan atau makian kasar dalam bahasa Jawa yang digunakan untuk mengekspresikan kekesalan atau mengumpat seseorang”

1 arti

Nggapleki

“Dalam Bahasa Jawa (terutama dialek Jawa Timuran), nggapleki berarti mencela, menghina, atau merendahkan orang lain dengan kata-kata pedas. Biasanya bernuansa mengejek atau mempermalukan.”

2 arti

Mlengos

“Kata dalam bahasa Jawa yang berarti melamun, bengong, atau menatap kosong tanpa fokus karena sedang memikirkan sesuatu”

1 arti

Kencot

“Kata dalam dialek Jawa Banyumasan atau ngapak yang berarti lapar atau merasa kelaparan. Alternatif kata ini untuk bahasa Jawa lainnya adalah "luwe" dan "ngelih".”

1 arti