ibahasa - Living Dictionary

Living Dictionary untuk bahasa gaul, dialek, dan konteks budaya Indonesia. Dikurasi oleh manusia, didukung teknologi.

Platform

  • Trending
  • Leaderboard
  • Kata Acak
  • Contribute
  • Browse A-Z

Legal

  • Tentang Kami
  • Syarat & Ketentuan
  • Kebijakan Privasi
  • Hubungi Kami
© 2026 ibahasa. Hak cipta dilindungi.
Switch to English
Twitter (X)
ibahasa - Living Dictionary
EN
Jelajahi ibahasa
  • Jelajahi Kata
  • Jelajahi A-Z
  • Kontribusi
  • Klasemen Perkembangan
Koleksi Topik
  • Bahasa JakselMengulas kamus bahasa anak Jak...
  • Slang & GaulKumpulan kosakata gaul sehari-...
  • Tech & StartupGlosarium lengkap istilah star...
  • Gaming & EsportsKamus bahasa gamer sejati. Dar...
  • Internet CultureEnsiklopedia budaya internet I...
  • Bahasa JawaEksplorasi kekayaan dialek Jaw...
  • Bahasa SundaKumaha damang? Menyelami manis...
  • Bahasa BatakHoras! Pelajari ketegasan dan ...
  • Bahasa BetawiBahasa asli ibu kota. Dari 'gu...
  • Baku (Formal)Koleksi kata baku dan resmi Ba...
  • PeribahasaRagam peribahasa dan ungkapan ...
  • General / UmumKumpulan kosakata umum Bahasa ...
  • Budaya / LokalGlosarium istilah budaya, adat...
  • Bahasa Tempo DoeloeBahasa Klasik
  1. Topik
  2. Bahasa Sunda
Koleksi Terverifikasi

Bahasa Sunda

Kumaha damang? Menyelami manisnya bahasa Sunda dari tanah Pasundan, lengkap dengan logat dan idiom sehari-hari.

18 kata•Diperbarui berkala

Cenah

“Kata serapan dari bahasa Sunda yang digunakan untuk menyampaikan kembali perkataan atau informasi yang didengar dari orang lain, sering kali mengindikasikan bahwa informasi tersebut “belum dapat dipastikan” kebenarannya atau hanya bersifat “rumor”.”

1 arti

Ceunah

“Kata dalam bahasa Sunda yang berarti 'katanya' atau 'konon', digunakan untuk menyampaikan informasi yang diperoleh dari orang lain atau kabar yang beredar.”

1 arti

Indit

“Verba dalam bahasa Sunda yang bermakna bergerak meninggalkan suatu tempat menuju tempat lain, setara dengan “pergi” dalam bahasa Indonesia standar. Kata ini digunakan secara luas dalam percakapan sehari-hari penutur Sunda di berbagai tingkatan sosial.”

1 arti

Lieur

“Keadaan mental yang mengalami kebingungan, pusing, atau kacau pikiran akibat menghadapi masalah rumit, tekanan berlebihan, atau situasi yang membingungkan. Menggambarkan kondisi seseorang yang merasa kewalahan secara mental hingga sulit berpikir jernih atau mengambil keputusan dengan tepat.”

1 arti

Keueung

“Campuran takut, cemas, kesepian atau sendirian; emosi kompleks tanpa padanan langsung di bahasa Indonesia.”

1 arti

Euy

“Partikel penegas atau penyeru khas bahasa Sunda yang digunakan untuk memperkuat pernyataan, mengekspresikan emosi, atau menarik perhatian lawan bicara.”

1 arti

Dumeh

“Kata penghubung yang menyatakan “sebab” atau “alasan”; sering digunakan dalam konteks informal sebagai pengganti kata “karena”.”

1 arti

Ngagorowok

“Berteriak atau bersuara keras dengan suara yang kasar dan tidak terkendali, biasanya karena marah atau emosi yang meluap”

1 arti

Punten

“Ungkapan yang digunakan untuk meminta izin atau permisi ketika “melewati” seseorang atau saat hendak mengajukan pertanyaan atau interupsi. Kata ini bertujuan mencegah kesan tidak sopan dan menunjukkan “rasa hormat” kepada lawan bicara.”

1 arti

Beunghar

“Kondisi seseorang yang memiliki “harta” atau kekayaan materi yang berlimpah, sering kali digunakan untuk merujuk pada status ekonomi yang mapan.”

1 arti

Naon

“Kata ganti tanya yang digunakan untuk menanyakan benda, hal, atau keadaan dalam bahasa Sunda. Kata ini merupakan bentuk “loma” atau akrab.”

1 arti

Salatri

“Kata serapan dari bahasa Sunda yang menggambarkan kondisi sangat kelaparan atau lapar luar biasa. Tingkat kelaparan yang dirasakan sudah mencapai tahap sangat mengganggu dan tidak tertahankan. ”

1 arti

Nyaah

“Nyaah adalah partikel atau akhiran dalam bahasa Sunda yang menunjukkan penekanan, keluhan, atau nada menggerutu dengan sedikit rasa tidak puas atau protes yang ringan.”

1 arti

Kalangenan

“Sesuatu hal atau tempat yang “penuh kenangan” atau “kesenangan mendalam”, seringkali merujuk pada objek atau lokasi yang menjadi favorit pribadi dan dihubungkan dengan rasa “relaksasi” atau kebahagiaan. Istilah ini mengekspresikan “kecintaan” terhadap hal yang memiliki nilai sentimental dan “kenyamanan” personal.”

1 arti

Kuring

“Kata ganti orang pertama tunggal dalam bahasa Sunda pada ragam “loma” (tidak resmi), digunakan oleh penutur untuk merujuk pada diri sendiri kepada lawan bicara yang sebaya atau akrab. Setara dengan abdi dalam ragam lemes (halus) dan aing dalam ragam kasar.”

1 arti

Eta

“Kata ganti penunjuk yang digunakan untuk merujuk pada benda atau hal yang letaknya “jauh” dari pembicara namun dekat dengan lawan bicara.”

1 arti

Keuheul

“Kondisi emosi yang mengungkapkan rasa jengkel, kesal, atau marah dengan tingkat intensitas ringan hingga sedang, biasanya dirasakan karena suatu peristiwa atau perilaku yang tidak sesuai harapan atau menimbulkan ketidaknyamanan.”

1 arti

Baraya

“Kata dalam bahasa Sunda yang merujuk pada saudara, kerabat, atau anggota keluarga dalam lingkup luas. Mencakup hubungan darah maupun ikatan persaudaraan komunal yang erat. Digunakan untuk menyapa atau merujuk seseorang yang dianggap memiliki hubungan kekerabatan, baik secara biologis maupun sosial.”

1 arti