ibahasa - Living Dictionary

Kami menguji bagaimana AI memahami bahasa Indonesia dan bahasa daerah, dengan kamus hidup di sampingnya. Dikurasi oleh manusia, didukung teknologi.

cc$Entri Kamus: CC BY-NC-SA 4.0

Platform

  • Benchmark
  • Model AI
  • Battle AI
  • Artikel
  • Insight
  • Kamus

Legal

  • Tentang Kami
  • Syarat & Ketentuan
  • Kebijakan Privasi
  • Tanya Jawab
  • Hubungi Kami
© 2026 ibahasa. Hak cipta dilindungi.
Switch to English
GitHub🤗Hugging Face
ibahasa - Living Dictionary
Observatorium
  • Artikel
  • Benchmark
  • Model AI
  • Battle AI
  • Kamus
  1. Topik
  2. Budaya / Lokal
Koleksi Terverifikasi

Budaya / Lokal

Glosarium istilah budaya, adat istiadat, dan kearifan lokal yang memperkaya ragam identitas Nusantara.

7 kata•Diperbarui berkala

Ngabuburit

“Ngabuburit bukan hanya “menunggu waktu berbuka”, tetapi sudah menjadi ritual sosial yang membentuk budaya kolektif selama bulan Ramadan. Aktivitas mengisi waktu menjelang buka puasa dengan berbagai kegiatan ringan, terutama di area publik atau tempat makan.”

1 arti

Eling

“Sadar akan diri sendiri dan lingkungan sekitar, waspada.”

1 arti

Nrimo

“Merupakan falsafah Jawa legendaris yang berarti menerima keadaan atau nasib dengan ikhlas dan pasrah, tanpa mengeluh atau melawan”

1 arti

Andap asor

“Istilah dari Jawa yang merupakan suatu sikap rendah hati, sopan santun, dan tidak sombong meskipun memiliki kedudukan atau kelebihan dibanding orang lain. Dalam praktiknya, sifat ini terkadang terwujud lewat pemilihan tingkat tutur (krama inggil).”

1 arti

Tepo seliro

“Prinsip hidup Jawa yang mengajarkan untuk menempatkan diri pada posisi orang lain, berempati dan memahami perasaan orang lain sebelum bertindak”

1 arti

Klotekan

“Tradisi budaya Jawa pada bulan Ramadhan yang melibatkan pembunyian bambu untuk membangunkan sahur; secara umum, tindakan membunyikan benda tertentu.”

1 arti

Ora ilok

“Tidak pantas atau tidak sesuai dengan norma kesopanan dan etika yang berlaku dalam masyarakat. Merujuk pada perilaku, ucapan, atau tindakan yang dianggap melanggar tata krama serta nilai-nilai budaya Jawa, sehingga dapat menimbulkan rasa malu atau celaan dari lingkungan sosial.”

1 arti