ibahasa - Living Dictionary

Living Dictionary untuk bahasa gaul, dialek, dan konteks budaya Indonesia. Dikurasi oleh manusia, didukung teknologi.

Platform

  • Trending
  • Leaderboard
  • Kata Acak
  • Contribute
  • Browse A-Z

Legal

  • Tentang Kami
  • Syarat & Ketentuan
  • Kebijakan Privasi
  • Hubungi Kami
© 2026 ibahasa. Hak cipta dilindungi.
Switch to English
Twitter (X)
ibahasa - Living Dictionary
EN
Jelajahi ibahasa
  • Jelajahi Kata
  • Jelajahi A-Z
  • Kontribusi
  • Klasemen Perkembangan
Koleksi Topik
  • Bahasa JakselMengulas kamus bahasa anak Jak...
  • Slang & GaulKumpulan kosakata gaul sehari-...
  • Tech & StartupGlosarium lengkap istilah star...
  • Gaming & EsportsKamus bahasa gamer sejati. Dar...
  • Internet CultureEnsiklopedia budaya internet I...
  • Bahasa JawaEksplorasi kekayaan dialek Jaw...
  • Bahasa SundaKumaha damang? Menyelami manis...
  • Bahasa BatakHoras! Pelajari ketegasan dan ...
  • Bahasa BetawiBahasa asli ibu kota. Dari 'gu...
  • Baku (Formal)Koleksi kata baku dan resmi Ba...
  • PeribahasaRagam peribahasa dan ungkapan ...
  • General / UmumKumpulan kosakata umum Bahasa ...
  • Budaya / LokalGlosarium istilah budaya, adat...
  • Bahasa Tempo DoeloeBahasa Klasik
  1. Topik
  2. Peribahasa
Koleksi Terverifikasi

Peribahasa

Ragam peribahasa dan ungkapan tradisional Indonesia. Menyisipkan filosofi dan pesan moral dalam susunan kata kiasan.

11 kata•Diperbarui berkala

Kakehan gludhuk kurang udan

“Sebuah idiom Jawa yang mendeskripsikan seseorang yang banyak bicara atau berjanji tetapi tidak pernah merealisasikan perkataannya. Idiom ini menyoroti kontras antara pernyataan yang bombastis dan sedikitnya tindakan nyata, memberikan kritik halus terhadap kemunafikan atau ketidakmampuan berbuat.”

1 arti

Suwarga nunut, nêraka katut

“Idiom yang melambangkan “kesetiaan” seorang istri untuk senantiasa mendampingi suami dalam kondisi apa pun, baik suka maupun duka.”

1 arti

Mental tempe

“Idiom yang menggambarkan seseorang yang memiliki sifat penakut, tidak berani menghadapi tantangan atau situasi sulit.”

1 arti

Mulang iwak nglangi

“Ungkapan yang menggambarkan tindakan mengajar atau menasihati seseorang mengenai sesuatu yang sudah sangat dikuasainya, sehingga terkesan sia-sia atau tidak perlu.”

1 arti

Ngalor-ngidul

“Berbicara ke mana-mana tanpa arah atau inti.”

1 arti

Drama queen

“Sebutan untuk seseorang yang cenderung melebih-lebihkan masalah atau situasi secara berlebihan untuk menarik perhatian atau menimbulkan efek dramatis.”

1 arti

Kakehan polah

“Terlalu banyak tingkah atau ulah yang tidak perlu.”

1 arti

Adoh ratu cedhak watu

“Idiom yang menggambarkan kondisi seseorang atau suatu komunitas yang berada jauh dari pusat kekuasaan atau otoritas, sehingga sulit mendapatkan perlindungan, keadilan, atau bantuan dari pemerintah, sementara harus menghadapi berbagai kesulitan atau masalah tanpa dukungan yang memadai.”

1 arti

Mbok menawa

“Ungkapan yang menyatakan kemungkinan atau harapan, bermakna barangkali, mungkin saja, atau semoga. Digunakan untuk mengekspresikan dugaan yang disertai harapan terhadap suatu kejadian. Memiliki nuansa lebih halus dan penuh pengharapan dibandingkan sekadar pernyataan kemungkinan biasa.”

1 arti

Mikul dhuwur mendhem jero

“Ungkapan “filosofis” yang menggambarkan sikap menjaga kehormatan keluarga dengan cara menjunjung tinggi prestasi dan “menutupi segala kekurangan” atau aib keluarga.”

1 arti

Cunduk waktu datang mangsa

“Ungkapan ini merujuk pada “waktu” atau “saat” yang telah tiba, mengindikasikan bahwa suatu “kejadian” atau “peristiwa” sudah semestinya terjadi.”

1 arti