Idiom yang melambangkan “kesetiaan” seorang istri untuk senantiasa mendampingi suami dalam kondisi apa pun, baik suka maupun duka.
Catatan Penggunaan atau Etimologi
Frasa ini berasal dari bahasa Jawa, tersusun dari kata suwarga (surga), nunut (ikut/nebeng), nêraka (neraka), dan katut (terbawa/terikut). Secara harfiah berarti 'surga ikut, neraka terbawa'.
Idiom ini secara tradisional menggambarkan konsep “setia” dan pengabdian seorang istri dalam budaya Jawa yang sangat menjunjung tinggi keharmonisan rumah tangga dan peran pendamping istri.
Contoh Penggunaan
Bedane napa, sampeyan susah: kula ênggih tumut susah, bingah ênggih tumut bingah, ontên namane tiyang èstri niku: suwarga nunut, nêraka katut, nanging tiyang susah niku rak ontên jalarane. (Apa bedanya, kalau kamu susah: aku juga ikut susah, kalau senang juga ikut senang, namanya istri itu: surga ikut, neraka terbawa, tetapi orang susah itu kan ada alasannya.)
Terjemahan Bahasa Inggris
What's the difference, if you're sad: I'll be sad too, if you're happy I'll be happy too, that's what a wife is called: following to heaven, clinging to hell, but a sad person always has a reason.
Merepresentasikan penggunaan nyata dan sesuai konteks leksikal.