Kata-Kata Trending
Bahasa gaul yang paling banyak dibahas dan di-vote oleh komunitas hari ini.
bokap
“Istilah slang informal yang merujuk pada ayah atau bapak, terbentuk dari bahasa prokem dengan menyisipkan 'ok' ke dalam kata 'bapak'.”
ngabuburit
“Ngabuburit bukan hanya “menunggu waktu berbuka”, tetapi sudah menjadi ritual sosial yang membentuk budaya kolektif selama bulan Ramadan. Aktivitas mengisi waktu menjelang buka puasa dengan berbagai kegiatan ringan, terutama di area publik atau tempat makan.”
Garangan
“Istilah dalam bahasa Jawa yang merujuk pada laki-laki yang memiliki kecenderungan untuk menggoda atau mendekati banyak perempuan secara berganti-ganti, serupa dengan istilah 'buaya darat' dalam bahasa Indonesia.”
Aberasi kromatis
“Cacat optik pada sistem lensa di mana cahaya dengan panjang gelombang berbeda dibiaskan pada sudut yang tidak sama, sehingga menghasilkan lingkaran atau halo berwarna di sekitar tepi objek; Dikenal awam sebagai efek pelangi palsu pada foto atau gambar optik. (Sinonim: aberasi warna, cacat kromatik, dispersi lensa)”
Bohay
“Kata slang untuk menggambarkan seseorang, terutama perempuan, yang memiliki bentuk tubuh seksi dan menarik secara fisik.”
Aing
“Kata ganti orang pertama tunggal atau “saya” yang sering digunakan dalam situasi informal. Ungkapan ini merepresentasikan diri pembicara dan umumnya dipakai dalam percakapan sehari-hari di kalangan tertentu. Ungkapan ini menunjukkan penunjukan langsung terhadap subjek yang berbicara.”
teroesken
“Melanjutkan atau meneruskan suatu tindakan, proses, atau pembicaraan yang sedang berlangsung atau yang sempat terhenti. Kata ini mengindikasikan kelanjutan dari suatu aktivitas atau tugas dari titik di mana ia berhenti atau belum diselesaikan. Dapat juga berarti “melaksanakan instruksi” atau rencana yang telah ada.”
bokin
“Bokin adalah sebutan informal untuk pacar atau pasangan dalam konteks percakapan sehari-hari yang santai.”
mantulity
“Variasi berlebihan dari kata 'mantul' (mantap betul) untuk menyatakan sesuatu yang sangat keren, hebat, atau memuaskan.”
Gremet
“Praktik “klenik” atau ilmu gaib dalam tradisi Jawa yang merujuk pada benda atau zat berbahaya yang disisipkan secara tersembunyi, umumnya ke dalam makanan atau minuman, dengan tujuan mencelakai atau mencelakakan orang lain melalui kekuatan supranatural.”