ibahasa - Living Dictionary

Kami menguji bagaimana AI memahami bahasa Indonesia dan bahasa daerah, dengan kamus hidup di sampingnya. Dikurasi oleh manusia, didukung teknologi.

cc$Entri Kamus: CC BY-NC-SA 4.0

Platform

  • Benchmark
  • Model AI
  • Battle AI
  • Artikel
  • Insight
  • Kamus

Legal

  • Tentang Kami
  • Syarat & Ketentuan
  • Kebijakan Privasi
  • Tanya Jawab
  • Hubungi Kami
© 2026 ibahasa. Hak cipta dilindungi.
Switch to English
GitHub🤗Hugging Face
ibahasa - Living Dictionary
Observatorium
  • Artikel
  • Benchmark
  • Model AI
  • Battle AI
  • Kamus
  1. Topik
  2. Bahasa Jawa
  3. cangkem

Cangkem

/jv/Bahasa Asal: Bahasa atau dialek asal kata ini (JV).
Bahasa Jawa•1 makna ditemukan
1
Verified
Seorang di tim ibahasa sudah meninjau dan menyetujui definisi ini. Entri yang masih menunggu tinjauan ditandai apa adanya, dan artinya ditahan.
casualNada: casual. Menunjukkan nuansa emosional atau konteks sosial penggunaan kata.Bahasa JawaTopik: Bahasa Jawa. Bidang atau ranah kehidupan tempat kata ini digunakan.jawaWilayah: jawa. Menunjukkan asal geografis atau cakupan dialek daerah.
Verified
Seorang di tim ibahasa sudah meninjau dan menyetujui definisi ini. Entri yang masih menunggu tinjauan ditandai apa adanya, dan artinya ditahan.

Definisi & Konteks

Mulut atau bibir; juga berarti berbicara banyak atau cerewet dalam bahasa Jawa ngoko

Sinonim & Padanan

bacot

bacot

Berbicara banyak dengan nada kasar.

Varian Register
bibir

bibir

Bagian luar mulut yang terdiri dari dua lipatan daging.

Padanan
cerewet

cerewet

Banyak bicara dan suka mengomel atau mengkritik hal-hal kecil.

Padanan
mulut

mulut

Rongga pada muka tempat masuknya makanan dan keluarnya suara.

Padanan
nyinyir

nyinyir

Sifat atau perilaku seseorang yang gemar mengulang-ulang kritik secara 'pedas' atau memberikan komentar negatif yang mencemooh terhadap hal-hal yang dianggap sepele.

Varian Register

Catatan Penggunaan atau Etimologi

Istilah Jawa ngoko yang mengacu pada bagian tubuh sekaligus karakteristik kepribadian seseorang yang banyak omong. Sering digunakan dalam konteks lelucon atau sindiran ringan.

Contoh Penggunaan

Cangkeme kuwi gedhe banget, sering ngomong ora perlu. (Mulutnya itu besar banget, sering berbicara yang tidak perlu.)

Merepresentasikan penggunaan nyata dan sesuai konteks leksikal.

Ditinjau 6 bulan yang lalu
Kembali

Cadas

Selanjutnya

Cape

Eksplorasi Terkait

UruganBriwutNingaliNdrawasiNgarit

Sedang Hits

BokapNgabuburitGaranganAberasi kromatisBohay