Biyayakan
Definisi & Konteks
Perilaku berkendara, berjalan, atau berlari secara ugal-ugalan, serampangan, dan tidak hati-hati tanpa memperhatikan keselamatan. Terkadang ditulis “byayakan”.
Sinonim & Padanan
ngebut
Bergerak atau berkendara dengan kecepatan tinggi.
sembrono
Tidak berhati-hati, ceroboh, atau kurang pertimbangan dalam bertindak.
serampangan
Sembarangan, tidak hati-hati, atau tidak menurut aturan.
ugal-ugalan
Berbuat sesuka hati; tidak mengindahkan aturan; sembrono; nakal (sering terkait dengan perilaku yang tidak terkontrol atau sembrono).
Catatan Penggunaan atau Etimologi
Istilah biyayakan berasal dari onomatope bahasa Jawa yang menggambarkan suara atau gerakan kacau, tidak beraturan, dan gaduh. Secara linguistik, kata ini sering berfungsi sebagai adverbia yang menerangkan intensitas perilaku yang melampaui batas kewajaran. Kata ini berakar dari tradisi lisan masyarakat pedesaan Jawa untuk menyebut tindakan yang merusak harmonisasi lingkungan. Dalam konteks sosial, penggunaan kata ini mengandung nuansa peyoratif atau teguran keras terhadap individu yang dianggap egois dan membahayakan orang lain. Biyayakan bukan hanya memiliki istilah yang berkaitan dengan kecepatan, melainkan hilangnya derajat kesantunan dan kontrol diri dalam ruang publik. Kata ini sering digunakan oleh orang tua atau figur otoritas untuk memperingatkan perilaku anak muda yang dianggap serampangan dan tidak memiliki perhitungan matang.
Contoh Penggunaan
Ojo biyayakan ngono rek, mengko nabrak wong! (Jangan ugal-ugalan gitu, nanti nabrak orang!)
Merepresentasikan penggunaan nyata dan sesuai konteks leksikal.
Punya arti lain untuk "Biyayakan"?
Bahasa gaul itu cair. Jika kata ini punya makna beda di tongkronganmu, tambahkan disini.