Nomina
Kata benda; nama dari seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan.
Kondisi yang menggambarkan sesuatu yang telah terlanjur terjadi atau dilakukan sehingga menjadi sia-sia; merujuk pada penyesalan atas tindakan yang sudah tidak dapat diubah.
menyesal
Merasa tidak senang (sedih, kecewa, dsb) karena telah berbuat kurang baik (salah, dosa, dsb); merasa tidak senang karena sesuatu telah terjadi.
percuma
Tidak berbayar; gratis.
Sia-sia
Kata 'sia-sia' dalam bahasa Indonesia formal memiliki makna yang sangat dekat dengan 'tiwas' dalam konteks hasil yang tidak berguna atau percuma, meskipun 'sia-sia' lebih umum dan tidak selalu mengandung nuansa penyesalan atas tindakan yang sudah terjadi.
terlanjur
Sudah terjadi atau dilakukan sehingga tidak dapat diubah lagi; seringkali berkonotasi negatif atau penyesalan.
Mubazir
Kata 'mubazir' dalam bahasa Indonesia menggambarkan sesuatu yang terbuang percuma atau tidak termanfaatkan, yang sejalan dengan konsep 'sia-sia' dalam definisi 'tiwas'. Namun, 'mubazir' lebih sering digunakan untuk benda atau sumber daya, bukan secara khusus untuk tindakan yang sudah terlanjur.
Kata tiwas berasal dari kosakata bahasa Jawa Ngoko yang telah digunakan secara luas dalam percakapan sehari-hari masyarakat Jawa, baik di wilayah Jawa Tengah maupun Jawa Timur. Secara semantik, tiwas mengandung nuansa penyesalan atas suatu tindakan yang telah terlanjur dilakukan sebelum kondisi yang lebih baik atau informasi yang relevan diketahui. Kata ini berfungsi sebagai “adverbia temporal” yang menegaskan bahwa suatu peristiwa telah melampaui titik balik, sehingga tidak dapat dibatalkan. Dalam budaya Jawa, konsep ini mencerminkan kepekaan masyarakat terhadap “nasib” dan ketidakberdayaan manusia menghadapi waktu yang telah berlalu.
Tiwas aku wis adus, ujane malah deres ngene! (Terlanjur sudah mandi, hujannya malah deras begini!)
Merepresentasikan penggunaan nyata dan sesuai konteks leksikal.
Bahasa gaul itu cair. Jika kata ini punya makna beda di tongkronganmu, tambahkan disini.
Definisi: Bentuk ejaan lama dari kata tentu, bermakna pasti, tidak diragukan lagi, atau sudah jelas adanya; digunakan dalam konteks kepastian atau keyakinan penuh.
Pelajari Selengkapnya