Pronomina
Kata ganti; kata yang dipakai untuk mengganti orang atau benda.
Kata ganti orang pertama tunggal dalam ragam bahasa Jawa “krama” (tingkat tutur halus), digunakan oleh penutur untuk merujuk pada diri sendiri secara sopan dan hormat kepada lawan bicara yang lebih tua atau memiliki kedudukan lebih tinggi.
Aku
Padanan kata ganti orang pertama tunggal dalam bahasa Indonesia standar.
beta
Kata ganti orang pertama tunggal yang umum digunakan di beberapa daerah di Indonesia bagian timur, seperti Maluku dan Papua, serta dalam konteks sastra lama.
hamba
Kata ganti orang pertama tunggal yang menunjukkan kerendahan hati atau penghormatan kepada lawan bicara, sering digunakan dalam konteks keagamaan atau sastra klasik.
saya
Pronomina persona pertama tunggal formal
Dalem
Bentuk yang jauh lebih halus (krama inggil/andhap) dibandingkan kula, menunjukkan kerendahan hati yang ekstrem.
Kata kula atau dibaca “kulo” berasal dari bahasa Jawa Krama, yakni tingkat tutur formal yang digunakan dalam konteks penghormatan. Secara historis, sistem unggah-ungguh (tata krama berbahasa) dalam bahasa Jawa membedakan setidaknya tiga tingkatan utama: Ngoko (informal), Madya (semi-formal), dan Krama (formal/hormat). Dalam tingkatan Krama, kula menggantikan kata aku (Ngoko) sebagai kata ganti orang pertama. Penggunaan kula mencerminkan nilai budaya Jawa yang menjunjung tinggi kesopanan dan hierarki sosial. Kata ini masih aktif digunakan dalam percakapan sehari-hari masyarakat Jawa, terutama di lingkungan formal, adat, dan keagamaan, serta dalam sastra Jawa Klasik.
Kula boten mangertos, Pak, menawi sampeyan sampun rawuh. (Saya tidak tahu, Pak, kalau Bapak sudah datang.)
Merepresentasikan penggunaan nyata dan sesuai konteks leksikal.
Bahasa gaul itu cair. Jika kata ini punya makna beda di tongkronganmu, tambahkan disini.
Definisi: Bentuk ejaan lama dari kata tentu, bermakna pasti, tidak diragukan lagi, atau sudah jelas adanya; digunakan dalam konteks kepastian atau keyakinan penuh.
Pelajari Selengkapnya