Empiris· 8 menit baca

Kunci jawaban kami tidak lebih baik dari jawaban AI dalam uji coba benchmark bahasa Jawa

Bahasa Jawa hampir tidak punya angka benchmark yang dapat dikutip siapa pun. Kami punya kamus dengan 391 contoh kalimat terverifikasi, dan mengubahnya jadi soal terlihat seperti jalan pintas yang sah. Yang tidak kami perhitungkan adalah kemungkinan bahwa jawaban model sama baiknya dengan kunci jawaban kami sendiri.

Diukur dari export-jv-id-pilot-hasil-model.csv dan 2 sumber lain

11 dari 20
Adu buta berakhir seri
0 dari 20
Cocok persis dengan glos kami
2
Model AI diuji
360 kali
Selisih ongkos

Bahasa yang belum ada angkanya

Kalau seseorang bertanya seberapa baik model AI memahami bahasa Jawa, kami tidak punya angka yang dapat ditunjuk. Set uji untuk bahasa daerah Indonesia memang ada, tetapi yang kami temukan menyasar tugas lain, terutama klasifikasi dan analisis sentimen, bukan pemahaman kalimat sehari-hari.

Kami punya bahan yang tampaknya cocok. Kamus kami memuat 391 makna berbahasa Jawa yang sudah diperiksa manusia, dan setiap satunya membawa contoh kalimat dengan pola yang seragam:


Kowe selak telat, ndang mreneo saiki! (Kamu hampir terlambat, cepat ke sini sekarang!)

Ojo ngono karo kancane, kudu sing rukun. (Jangan begitu sama temannya, harus rukun.)

Kalimat Jawa di depan, glos bahasa Indonesia dalam kurung. Sudah berpasangan, sudah diperiksa, dan sudah terbit di kamus bahasa Jawa kami. Mengubahnya jadi soal terjemahan terlihat seperti jalan pintas yang sah: kalimat Jawa jadi pertanyaan, glos jadi kunci jawaban.

Artikel ini melaporkan apa yang terjadi ketika jalan pintas itu diuji, dan kenapa ia tidak dapat dilanjutkan dalam bentuk itu.

Soal ujian benchmarknya

Dari halaman kamus itu terkumpul 399 soal. Bentuknya satu perintah dan satu kalimat Jawa, dan kunci jawabannya adalah glos yang memang sudah menyertai kalimat itu:


Terjemahkan kalimat bahasa Jawa berikut ke bahasa Indonesia.

Jawab HANYA dengan kalimat terjemahannya, tanpa penjelasan.



Kalimat: 'Aku mrene nggawa oleh-oleh kanggo kowe.'



Kunci  : Aku ke sini membawa oleh-oleh untukmu.

20 soal kita ambil untuk pengukuran pertama, dipilih berlapis agar kalimat yang mudah dan yang sulit sama-sama terwakili.

Masalah metodologinya: kunci jawaban tunggal

Mesin penilai yang sudah kami pakai untuk set lain membandingkan jawaban dengan kunci secara persis. Untuk tugas normalisasi teks cara itu bekerja, karena jawaban benarnya memang tunggal.

Pada terjemahan, cara itu gugur seketika. Dari 20 soal yang dijalankan pada model pertama, 0 jawaban cocok persis dengan glos kami. Bukan satu pun.

Sebelum menyalahkan modelnya, kami menguji penilainya sendiri. Setiap glos diubah dengan cara yang pasti masih benar: urutan klausa dibalik di sekitar koma, tanda baca dihapus, sinonim ditukar, kata perancah seperti itu dan yang dibuang. Terkumpul 945 ragam yang seluruhnya masih terjemahan yang sah.

PenilaiRagam benar yang lolos
Cocok persis38,2%
Tumpang-tindih kata isi98,2%
chrF, F-score n-gram aksara98,4%

Cocok persis menolak 6 dari 10 terjemahan yang benar. Setiap tukar sinonim, setiap pembalikan urutan klausa, setiap perancah yang dibuang menghasilkan nol.

Ini bukan penemuan baru. Bidang penerjemahan mesin sudah lama mencatat bahwa menilai terjemahan terhadap satu rujukan tidak memadai. Kritik yang paling sering dikutip terbit pada 2006, ketika Callison-Burch, Osborne, dan Koehn menunjukkan bahwa skor BLEU tidak selalu sejalan dengan penilaian manusia.

Konferensi WMT, tolok ukur tahunan bidang itu, sekarang menentukan peringkat resminya lewat anotator manusia profesional. Laporan tugas terjemahan umum WMT24 menjalankannya memakai protokol anotasi rentang kesalahan, bukan metrik otomatis.

Kami tetap menabraknya, dan bagian berikutnya menjelaskan bagaimana.

Menguji langsung pada dua model AI

mistral small 3 vs gemini 3 5 flash javanese benchmark ibahasa
Mistral Small 3 vs Gemini 3.5 Flash - Ilustrasi

Dua model diuji pada 20 soal identik dengan temperature 0. Mistral Small 3 dari Mistral AI mewakili kelas murah dengan latensi rendah. Gemini 3.5 Flash dari Google mewakili kelas penalar yang jauh lebih mahal.

Mistral Small 3Gemini 3.5 Flash
Cocok persis dari 2005
Tumpang-tindih kata isi, median0,3750,857
chrF, median0,4870,879
Menggemakan kalimat Jawa tanpa menerjemahkan40
Menolak menjawab10
Latensi median853 ms3.943 ms
Ongkos per panggilan$0,0000121$0,0043511

Selisih ongkosnya 360 kali, selisih latensinya 4,6 kali. Model murah bukan hanya mencetak lebih rendah: ia mengembalikan kalimat Jawa apa adanya pada 4 soal, dan sekali menjawab bahwa ia tidak memahami maksud kalimatnya.

Sampai titik ini angkanya terbaca rapi, dan kesimpulannya tampak jelas. Bagian berikutnya membatalkannya.

Angka pertama Gemini keliru, dan kekeliruannya milik kami

Pengujian benchmark pertama pada Gemini memakai batas 200 token per jawaban, dan menghasilkan median 0,571. Angka itu menempatkannya hanya sedikit di atas model murah, dan kesimpulannya sudah hampir ditulis: perbedaan kelas model tidak sebesar yang diduga pada bahasa Jawa.

Yang menyelamatkannya adalah satu kolom yang kebetulan dibaca. Jumlah token keluaran tercatat 196 pada seluruh 20 panggilan, angka yang sama persis, sementara teks yang terlihat hanya sekitar 20 huruf:


Jika berkenan, penyampa

Mungkin bes

Aduh, sakitnya bad

Gemini 3.5 Flash adalah model penalar (thinking model). Ia menghabiskan hampir 190 token untuk menalar sebelum menulis jawaban, lalu terpotong di batas sebelum kalimatnya selesai. Jawaban terpotong dinilai salah oleh penilai mana pun, dan tidak ada satu pesan galat pun muncul.

Dengan batas dinaikkan ke 1.024, median yang sama naik dari 0,571 menjadi 0,857. Kesimpulan yang hampir terbit bukan sekadar meleset, melainkan terbalik arah.

Jebakan ini sudah tertulis di catatan internal benchmark kami sejak lama, dan kami tetap menabraknya. Perkakas pilotnya sekarang menolak melaporkan angka apa pun kalau ada jawaban yang mentok di batas token.

Adu buta, dan angka yang membatalkan seluruh rancangan

Satu keberatan masih tersisa, dan ia yang paling menentukan. Seluruh angka di tabel atas mengukur kemiripan jawaban model dengan glos kami, dan itu hanya bermakna kalau glos kami memang lebih baik.

Untuk mengujinya, 20 pasang disusun buta. Setiap pasang memuat glos kamus dan jawaban Gemini tanpa label mana yang mana, dengan posisi diacak per soal supaya tidak ada pola yang terbaca. Pengadilnya penyusun kamus itu sendiri, dan pertanyaannya satu: mana terjemahan yang lebih baik.

Yang dinilai lebih baikJumlah
Glos kamus kami4
Jawaban model5
Sama baiknya11
11 dari 20
perbandingan berakhir seri, dan angka itu membatalkan seluruh rancangan: kunci jawaban yang tidak lebih baik dari yang dinilainya mengukur kesepakatan diksi, bukan kemampuan

Selisih 5 lawan 4 pada sisanya tidak menanggung kesimpulan apa pun. Dari 9 soal yang menghasilkan keputusan, sebaran itu persis yang paling mungkin muncul kalau kedua sisi memang setara. Yang ditanggung angkanya hanya satu: pada tingkat kalimat penuh, jawaban model dan glos kami tidak dapat dibedakan.

Catatan pengadilnya mengatakannya lebih langsung daripada tabel mana pun:


sama saja bagusnya

makna sama baiknya

sama hasilnya

Empat kesimpulan yang tidak ditanggung angka ini

Bukan berarti model AI sudah setara penutur Jawa. Yang diukur satu arah saja, yaitu dari bahasa Jawa ke bahasa Indonesia, dan arah itu jauh lebih ringan daripada sebaliknya. Terjemahan ke bahasa Jawa menuntut pemilihan tingkat tutur, dan itu belum diuji sama sekali di sini.

Bukan berarti glos kamus kami lemah. Keduanya dinilai setara, bukan salah satu dinilai buruk. Sebagian glos yang dinilai kalah pun kalah pada pilihan kata, bukan pada makna.

Bukan berarti model murah tidak berguna. Ia 360 kali lebih murah dan 4,6 kali lebih cepat, dan untuk pekerjaan yang bukan penerjemahan bahasa daerah angka itu menentukan.

Bukan berarti benchmark bahasa Jawa mustahil dibangun. Yang gugur satuan ukurnya, bukan bahannya.

Di mana kamus masih menang

Keempat soal yang dimenangkan glos punya satu pola yang sama, dan pola itu yang menyelamatkan sisa proyeknya.

Tidak satu pun dimenangkan karena tata kalimat. Seluruhnya dimenangkan karena satu kata:

KataYang dilewatkan model
mriyangditerjemahkan "sakit", padahal artinya demam
bladakdikembalikan apa adanya, tanpa diterjemahkan
tampahdikembalikan apa adanya; glos kami menyebut nampan bambu
mbok menawaditerjemahkan "mungkin", padahal artinya barangkali

Kata bladak berarti bakwan di wilayah Semarang dan sekitarnya, dan sepanjang penelusuran kami ia tidak ada di kamus bahasa Jawa mana pun yang tersedia daring. Model tidak mengenalnya karena memang tidak ada tempat untuk mempelajarinya. Seluruh lema Jawa yang kami kumpulkan terbuka di laman topik bahasa Jawa.

Di situlah nilai kamus kurasi manusia bertahan, dan bukan pada kalimat umum. Pertanyaan yang sekarang layak diukur bukan lagi seberapa baik model menerjemahkan bahasa Jawa, sebab jawabannya sudah ada, melainkan seberapa jauh ekor kosakata daerah yang tidak dimiliki model mana pun.

Pertanyaan itu juga jauh lebih murah diukur. Ia tidak menuntut glos sebagai rujukan, tidak menghasilkan seri, dan tidak menuntut pengadil manusia untuk tiap soal. Jawabannya biner: model mengenal kata itu, atau tidak.

Tiga hal yang berlaku di luar bahasa Jawa

Tiga hal dari pengukuran ini berlaku di luar bahasa Jawa.

Uji penilainya sebelum menguji modelnya. Ragam yang pasti masih benar dapat dibuat secara mekanis dari kunci jawaban yang sudah ada, tanpa memanggil model sama sekali. Penilai yang menolak 6 dari 10 terjemahan benar akan ketahuan sebelum satu sen pun terpakai.

Naikkan batas token sebelum menguji model penalar, lalu periksa jumlah token keluarannya. Jumlah yang identik di seluruh panggilan adalah tanda jawaban terpotong, dan jawaban terpotong menyalahkan model untuk kesalahan penguji.

Uji kunci jawabannya sendiri secara buta. Kalau pengadil manusia menyatakan seri pada sebagian besar pasangan, kunci jawaban itu tidak memisahkan mutu, dan tidak ada penilai yang dapat memperbaikinya. Pemeriksaan ini menuntut 20 pasang dan satu jam, dan ia mendahului seluruh pekerjaan lain.

Data & provenans

Keterbatasan

Adu butanya 20 pasang dengan satu pengadil, yaitu penyusun kamusnya sendiri. Tidak ada angka kesepakatan antar-penilai, dan itu lubang yang sama yang sudah kami catat untuk seluruh dimensi bahasa Jawa kami. Untuk temuan negatif seperti ini, yaitu bahwa alat ukurnya tidak memisahkan, jumlah itu memadai. Untuk klaim positif tentang model mana yang lebih baik, tidak.

Selisih 5 lawan 4 pada soal yang tidak seri bukan kemenangan siapa pun. Dari 9 soal yang menghasilkan keputusan, sebaran seperti itu adalah hasil yang paling mungkin muncul kalau kedua sisi memang setara. Kesimpulan yang ditanggung angkanya hanya satu: tidak dapat dibedakan.

Dua model, satu arah terjemahan, satu bahasa. Terjemahan dari bahasa Indonesia ke bahasa Jawa belum diuji sama sekali, dan arah itu jauh lebih menuntut karena menyangkut tingkat tutur.

Contoh kalimat yang dipakai sudah terbit di halaman kamus publik kami sejak Februari 2026, sehingga tidak satu pun dapat diperlakukan sebagai soal tertahan. Kemungkinan model pernah membacanya belum diukur, dan pengukuran itu terpisah dari artikel ini.

Dua dari 20 soal memakai glos yang ditulis penyusun benchmark, bukan glos yang sudah ada di kamus, sebab kalimatnya memang belum berglos. Satu di antaranya masuk hitungan glos yang dinilai menang, sehingga angka 4 itu sebenarnya 3 glos kamus dan 1 glos yang ditulis untuk keperluan pengukuran ini. Karena selisih 5 lawan 4 sudah tidak menanggung kesimpulan apa pun, komposisi itu tidak mengubah temuannya, tetapi tetap perlu diketahui pembaca.

Dari 391 makna, 365 berasal dari draf yang dihasilkan AI lalu diperiksa manusia. Pemeriksaan itu membuat maknanya sahih, tetapi bentuk kalimatnya tetap lahir dari model, dan itu dapat membuat soalnya terasa lebih mudah bagi model. Kelompok pembanding berisi 26 makna non-AI tersedia tetapi belum dipakai.

Riwayat revisi

Terbit
Terakhir diperbarui

Istilah dalam artikel ini

chrF
Ukuran kemiripan dua kalimat yang membandingkan potongan AKSARA, bukan potongan kata. Karena bekerja di tingkat huruf, ia tetap memberi nilai pada jawaban yang benar tetapi berbeda imbuhannya, dan tidak menuntut daftar kata fungsi yang dipelihara tangan. Kelemahannya berlantai: dua kalimat yang sama sekali tidak berkaitan tetap mencetak sekitar 0,18 karena huruf yang sama pasti muncul di keduanya, sehingga angka mentahnya tidak boleh dibaca seolah nol berarti nol.
galat
Persentase jawaban yang salah dari seluruh soal yang dicoba sebuah model AI pada satu set uji. Kebalikan dari skor: kalau skor 91,7%, galat artinya 8,3%. Dipakai alih-alih skor ketika yang ingin ditonjolkan adalah seberapa sering model keliru, bukan seberapa sering benar, terutama saat membandingkan seberapa jauh dua model terpisah.
glos
Padanan singkat yang disandingkan dengan sebuah kata atau kalimat asing untuk menjelaskan artinya, biasanya dalam tanda kurung. Berbeda dari terjemahan penuh: tujuannya membuat contoh dapat dibaca orang yang tidak menguasai bahasa sumbernya, bukan menghasilkan kalimat yang berdiri sendiri. Perbedaan itu menjadi persoalan ketika glos dipakai sebagai kunci jawaban benchmark, sebab satu kalimat sah diterjemahkan dengan banyak cara.
latensi
Lama waktu dari permintaan dikirim sampai jawaban lengkap diterima. Perlu dibedakan dari kecepatan mengetik model: angka ini ikut memuat jeda menunggu giliran ketika penyedia sedang penuh, sehingga segelintir panggilan yang bernasib buruk dapat menaikkan reratanya jauh di atas pengalaman sehari-hari.
lema
Bentuk dasar sebuah kata yang menjadi tajuk satu entri kamus, dan yang dicari orang saat membuka kamus. Satu lema dapat memayungi beberapa makna sekaligus, dan tiap makna dapat membawa contoh kalimatnya sendiri.
model penalar
Model AI yang menyusun langkah pemikirannya sendiri lebih dulu sebelum menuliskan jawaban. Langkah itu ikut terhitung sebagai token keluaran meski tidak ditampilkan, sehingga dua hal berubah sekaligus: biayanya naik, dan batas token yang terasa longgar untuk model biasa dapat memotong jawabannya di tengah kalimat. Jawaban yang terpotong dinilai salah oleh alat penilai mana pun, dan tidak menghasilkan pesan galat apa pun.
temperature
Sakelar yang mengatur seberapa berani sebuah model AI memilih kata yang kurang mungkin. Disetel nol, model selalu mengambil pilihan yang paling mungkin, sehingga pertanyaan yang sama cenderung dijawab sama persis. Dinaikkan, jawabannya jadi lebih beragam tetapi lebih sulit diulang. Dalam pengujian, nol dipakai supaya yang terukur kemampuan modelnya, bukan keberuntungan undiannya.
token
Potongan teks yang jadi satuan hitung model AI, kira-kira sepanjang suku kata sampai satu kata pendek. Harga layanan AI dihitung per juta token, masuk dan keluar dihitung terpisah, sehingga jawaban yang bertele-tele benar-benar lebih mahal daripada jawaban yang ringkas.
WMT
Konferensi tahunan penerjemahan mesin yang sekaligus menyelenggarakan lomba terbuka: peserta mengirim sistem terjemahan untuk pasangan bahasa yang sama, lalu hasilnya diperingkat bersama. Peringkat resminya kini ditentukan anotator manusia profesional, bukan ukuran otomatis, dan pergeseran itu sendiri merupakan pengakuan bahwa ukuran otomatis punya batas.

Ditulis penulis untuk artikel ini, bukan disalin dari entri kamus.