Nomina
Kata benda; nama dari seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan.
Gagasan, konsep, atau posisi yang merupakan lawan langsung atau kontradiksi mutlak dari suatu pernyataan tesis. Dalam konteks formal, istilah ini merujuk pada pembanding yang digunakan untuk menonjolkan perbedaan ekstrem melalui pertentangan gagasan yang saling meniadakan.
Kontradiksi
Sinonim yang sering digunakan dalam konteks logika dan akademik.
Kontras
Varian register yang lebih umum digunakan dalam seni visual atau percakapan sehari-hari.
lawan
Orang atau pihak yang berhadapan atau bertentangan; sesuatu yang beroposisi.
oposisi
Posisi benda langit yang berlawanan dengan Matahari
pertentangan
Perihal bertentangan; perselisihan; perlawanan.
Tolok belakang
Ungkapan deskriptif untuk menunjukkan pertentangan yang tajam.
Kata “antitesis” berakar dari unsur anti- dan thesis dalam bahasa Yunani: anti- berarti 'melawan/berlawanan' dan thesis bermakna 'penempatan' atau 'usulan'. Bentuk Latin/Inggris “antithesis” berkembang dalam tradisi retorika dan filsafat Eropa, kemudian diadopsi ke bahasa Indonesia melalui literatur ilmiah dan pengajaran akademik (termasuk pengaruh bahasa Belanda). Secara historis, istilah ini dipakai untuk menandai gagasan yang sengaja ditempatkan berlawanan guna menegaskan atau menguji suatu argumen; dalam konteks dialektika populer muncul rangkaian “tesis–antitesis–sintesis” yang sering dikaitkan dengan interpretasi Hegel meskipun representasi populer tersebut menyederhanakan kompleksitas aslinya. Dalam kesusastraan dan pidato, “antitesis” berfungsi sebagai alat stilistik untuk menonjolkan kontras; dalam penggunaan sehari-hari kata ini sering diganti dengan padanan yang lebih umum seperti “kontradiksi” atau “kontras”.
Kebijakan baru ini merupakan antitesis dari strategi pembangunan yang kita jalankan sebelumnya.
Merepresentasikan penggunaan nyata dan sesuai konteks leksikal.
Bahasa gaul itu cair. Jika kata ini punya makna beda di tongkronganmu, tambahkan disini.
Definisi: Frasa tanya dalam bahasa Jawa ragam krama inggil yang bermakna “bagaimana” atau “seperti apa”, digunakan untuk menanyakan cara, kondisi, atau keadaan sesuatu hal dengan penuh kesopanan dan penghormatan.
Pelajari Selengkapnya