Kenapa sering keliru?
Kesalahan penulisan 'mempengaruhi' terjadi karena penutur cenderung mempertahankan fonem /p/ dari kata dasar 'pengaruh' secara utuh, seolah awalan yang ditambahkan hanyalah 'mem-' tanpa proses pelesapan. Intuisi linguistik awam menganggap bahwa menggabungkan 'mem-' + 'pengaruhi' sudah terasa 'lengkap' dan 'jelas', padahal kaidah morfofonemik justru mensyaratkan peluluhan /p/ tersebut. Kecenderungan ini diperkuat oleh analogi yang salah terhadap kata-kata lain seperti 'memperkuat' atau 'memperluas', di mana /p/ dari awalan 'per-' memang tidak luluh. Penutur mencampuradukkan dua pola yang berbeda secara struktural.
Etimologi & Sejarah
Kata 'memengaruhi' berasal dari kata dasar 'pengaruh', yang diserap dari bahasa Melayu klasik dan memiliki akar dari bahasa Sansekerta 'pengaruh' yang bermakna daya atau efek yang menyebar. Dalam proses pengimbuhannya, awalan 'me-' bertemu dengan kata dasar yang diawali fonem /p/. Menurut kaidah morfofonemik bahasa Indonesia, fonem /p/ di awal kata dasar akan luluh (mengalami pelesapan) saat bertemu awalan 'me-', sehingga membentuk 'mem-' yang kemudian melesapkan /p/ menjadi 'memengaruhi', bukan 'mempengaruhi'.
Konteks Budaya
Varian 'mempengaruhi' sangat lazim ditemukan di media sosial, artikel blog, hingga dokumen semi-formal. Dominasi penulisan yang salah ini sedemikian kuatnya sehingga banyak penutur asli bahasa Indonesia pun merasa bahwa bentuk baku 'memengaruhi' justru terasa asing atau bahkan salah. Fenomena ini mencerminkan kesenjangan antara bahasa tulis formal dan bahasa yang hidup di praktik sehari-hari. Di ruang akademis dan jurnalisme profesional, koreksi terhadap kata ini sering menjadi penanda kompetensi kebahasaan seseorang, sekaligus menjadi bahan diskusi menarik tentang seberapa jauh kaidah baku harus ditegakkan di era komunikasi digital yang serba cepat.
Konteks Penggunaan
“Para peneliti menemukan bahwa kualitas tidur yang buruk dapat memengaruhi kemampuan konsentrasi dan produktivitas kerja secara signifikan.”
Researchers found that poor sleep quality can significantly memengaruhi (influence) a person's ability to concentrate and work productively.