Kembali ke Ejaan
Salahterlantar
Bakutelantar

Debat Prefiks: Mengapa Kita Sering Menambah Huruf 'R' pada Kata Telantar?

LinguistikSosialEdukasi

Kenapa sering keliru?

Kesalahan penulisan ini terjadi karena kecenderungan hiperkorek dan analogi yang keliru terhadap prefiks 'ter-'. Karena mayoritas kata kerja pasif atau kata keadaan dalam bahasa Indonesia menggunakan awalan 'ter-' (seperti terbawa, terbuang), penutur secara otomatis menyisipkan huruf 'r' tanpa menyadari aturan peluluhan khusus untuk kata-kata tertentu.

Etimologi & Sejarah

Kata 'telantar' berasal dari kata dasar 'lantar' yang mendapatkan prefiks atau awalan 'te-'. Secara morfologis, prefiks 'te-' merupakan varian dari awalan 'ter-' yang mengalami peluluhan atau disimilasi karena kata dasarnya mengandung konsonan cair. Oleh karena itu, bentuk yang baku dalam sistem bahasa Indonesia adalah 'telantar', bukan 'terlantar'.

Konteks Budaya

Penggunaan 'terlantar' sudah sangat mengakar dalam percakapan sehari-hari, pemberitaan media, hingga karya sastra populer. Hal ini menciptakan persepsi kolektif bahwa bentuk tersebut adalah yang benar, sementara bentuk baku 'telantar' sering kali dianggap terdengar asing atau bahkan salah oleh masyarakat awam.

Konteks Penggunaan

Pemerintah bertanggung jawab untuk memelihara fakir miskin dan anak-anak yang telantar.

The government is responsible for caring for the poor and abandoned children.