Kembali ke Ejaan
Salahfax
Bakufaks

Fax vs Faks: Ketika Ejaan Inggris Mengalahkan Kaidah Bahasa Indonesia

bisnisteknologi

Kenapa sering keliru?

Penulisan 'fax' tetap bertahan luas di kalangan penutur Indonesia karena beberapa alasan mendasar. Pertama, kata ini hadir bersamaan dengan teknologi itu sendiri — mesin faksimile yang diimpor dari luar negeri sudah berlabel 'fax' sejak awal, sehingga bentuk visual tersebut melekat kuat di benak pengguna. Kedua, dominasi bahasa Inggris dalam dunia bisnis dan teknis membuat penutur cenderung mempertahankan ejaan asli daripada mengadopsi ejaan yang telah diindonesiakan. Ketiga, huruf 'x' dalam bahasa Inggris terasa lebih ringkas, modern, dan 'internasional', menciptakan daya tarik estetis tersendiri. Akibatnya, banyak orang tidak menyadari bahwa bentuk baku dalam bahasa Indonesia adalah 'faks'.

Etimologi & Sejarah

Kata 'faks' merupakan serapan dari bahasa Inggris 'fax', yang sendirinya adalah bentuk singkat dari 'facsimile' — berasal dari bahasa Latin 'fac simile' yang berarti 'buatlah serupa' atau 'buat tiruan'. Teknologi faksimile memungkinkan transmisi dokumen melalui jalur telepon, dan istilah 'fax' mulai populer secara global pada era 1970–1980-an. Ketika kata ini diserap ke dalam bahasa Indonesia, ejaan disesuaikan dengan sistem fonologi bahasa Indonesia, mengikuti kaidah bahwa bunyi /ks/ di akhir kata ditulis sebagai 'ks', bukan 'x', sehingga bentuk baku yang diakui adalah 'faks'.

Konteks Budaya

Dalam konteks budaya korporat dan komunikasi profesional Indonesia, penggunaan 'fax' mencerminkan kecenderungan kuat untuk menggunakan terminologi berbasis bahasa Inggris sebagai penanda modernitas dan profesionalisme. Formulir bisnis resmi, kop surat perusahaan, hingga papan kantor kerap menuliskan 'No. Fax:' alih-alih 'No. Faks:', yang menunjukkan betapa dalam ejaan asing ini terinternalisasi dalam praktik sehari-hari. Fenomena ini juga merepresentasikan tegangan sosiolinguistik antara standardisasi bahasa nasional dan pengaruh globalisasi — di mana istilah teknis asing sering kali diserap mentah-mentah tanpa melalui proses adaptasi ejaan yang semestinya.

Konteks Penggunaan

Tolong kirimkan surat perjanjian itu melalui faks sebelum pukul tiga sore, karena kami belum memiliki akses email yang stabil di kantor cabang.

Please send the agreement letter via faks before three in the afternoon, as we do not yet have reliable email access at the branch office.