Kembali ke Ejaan
Salahmujizat
Bakumukjizat

Mukjizat atau Mujizat? Menelusuri Jejak Serapan Bahasa Arab

AgamaLinguistikSejarah

Kenapa sering keliru?

Varian 'mujizat' sering muncul karena proses asimilasi fonetis dalam lidah penutur Indonesia. Konsonan hambat glotal (k) yang mewakili huruf 'ain' sering kali dianggap sulit diucapkan di tengah kata, sehingga penutur cenderung menghilangkannya demi kelancaran artikulasi.

Etimologi & Sejarah

Kata 'mukjizat' berasal dari bahasa Arab 'mu’jizah' (معجزة), yang berakar dari kata 'ajaza' yang berarti 'melemahkan' atau 'membuat tidak berdaya'. Dalam terminologi teologis, ini merujuk pada peristiwa luar biasa yang melampaui hukum alam sebagai bukti kenabian.

Konteks Budaya

Penggunaan kata ini sangat kental dalam diskursus keagamaan di Indonesia. Meskipun bentuk baku menggunakan 'k', varian tanpa 'k' masih sering ditemukan dalam literatur spiritual tertentu dan percakapan informal karena dianggap lebih luwes dalam pengucapan sehari-hari.

Konteks Penggunaan

Banyak orang percaya bahwa kesembuhannya yang tiba-tiba merupakan sebuah mukjizat yang nyata.

Many people believe that his sudden recovery was a true miracle.