Kembali ke Ejaan
Salahrespon
Bakurespons

Misteri Akhiran 'S': Mengapa Kita Sering Menghilangkan Huruf di Kata Respons?

BahasaKomunikasiLinguistik

Kenapa sering keliru?

Kesalahan penulisan menjadi 'respon' terjadi karena kecenderungan fonotaktik penutur bahasa Indonesia yang sering menyederhanakan gugus konsonan di akhir kata. Karena lidah orang Indonesia jarang menemui akhiran 'ns' secara alami, huruf 's' terakhir sering dianggap tidak perlu atau dianggap sebagai penanda jamak dalam bahasa Inggris yang harus dibuang.

Etimologi & Sejarah

Kata ini diserap dari bahasa Belanda 'respons' atau bahasa Inggris 'response'. Akar katanya berasal dari bahasa Latin 'responsum' yang merupakan bentuk partisipul netral dari 'respondere', yang berarti menjawab atau menjanjikan kembali.

Konteks Budaya

Dalam penggunaan sehari-hari, bentuk 'respon' jauh lebih populer dan dianggap lebih praktis dalam komunikasi kasual maupun media massa. Namun, dalam konteks formal dan akademis, penggunaan akhiran 's' sangat krusial untuk menjaga ketepatan makna teknis, terutama dalam bidang psikologi dan komunikasi.

Konteks Penggunaan

Pemerintah memberikan respons yang sangat cepat terhadap bencana alam tersebut.

The government provided a very swift response to the natural disaster.