Kembali ke Ejaan
Salahtauladan
Bakuteladan

Tauladan vs Teladan: Membongkar Kekeliruan dalam Meneladani Kata

LinguistikBudayaPendidikan

Kenapa sering keliru?

Penggunaan bentuk 'tauladan' terjadi karena proses hiperkorek atau kecenderungan penutur untuk menganggap bunyi 'au' terdengar lebih baku, religius, atau puitis (seperti pada kata 'taufik' atau 'taubat'). Selain itu, adanya kemiripan rima dengan kata 'taulan' (sahabat) seringkali membuat penutur secara tidak sadar menyamakan pola penulisannya.

Etimologi & Sejarah

Akar kata 'teladan' berasal dari bahasa Melayu Klasik yang merujuk pada sesuatu yang patut ditiru atau dicontoh. Dalam pengaruh serapan bahasa asing, tidak ditemukan bukti kuat bahwa kata ini berasal dari bahasa Arab, meskipun banyak yang menyangka demikian karena pola bunyi 'au' yang sering ditemukan dalam serapan Arab.

Konteks Budaya

Dalam masyarakat Indonesia, kata 'tauladan' sering muncul dalam teks-teks keagamaan, pidato formal, dan literatur motivasi. Penggunaan varian yang salah ini bertahan lama karena dianggap memberikan kesan 'berat' atau lebih berwibawa dibandingkan kata aslinya yang lebih sederhana.

Konteks Penggunaan

Seorang pemimpin seharusnya mampu menjadi teladan yang baik bagi seluruh anggotanya.

A leader should be able to serve as a good example for all their members.