Nomina
Kata benda; nama dari seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan.
Tradisi budaya masyarakat Jawa Tengah dan Jawa Timur berupa “jamuan makanan ringan” dan minuman, seperti jajanan pasar, teh, atau kopi, yang dibawa warga secara bergiliran ke masjid atau musala, disertai kegiatan pengajian pada hari tertentu sebagai bagian dari acara keagamaan Islam.
suguhan
Suguhan adalah istilah bahasa Indonesia baku yang paling dekat maknanya dengan jaburan dalam hal penyajian makanan ringan, namun tidak mengandung muatan budaya dan tradisi keagamaan yang spesifik.
kenduri
Kenduri memiliki cakupan makna yang lebih luas karena mencakup perjamuan makan besar, sedangkan jaburan lebih spesifik merujuk pada kudapan ringan dalam konteks pengajian rutin.
bancakan
Bancakan lebih sering dikaitkan dengan perayaan hari lahir atau selamatan anak, sementara jaburan berfokus pada konteks keagamaan rutin di masjid atau musala.
selamatan
Selamatan adalah istilah yang lebih formal dan luas, mencakup berbagai upacara adat, sedangkan jaburan adalah praktik yang lebih spesifik dan rutin dalam konteks pengajian.
jagongan
Jagongan menekankan aspek sosial berupa perkumpulan dan obrolan, sedangkan jaburan menekankan aspek penyajian makanan dalam konteks keagamaan yang lebih terstruktur.
uborampe
Uborampe adalah istilah Jawa yang lebih luas mencakup semua perlengkapan upacara adat, sedangkan jaburan secara khusus merujuk pada makanan ringan dan minuman dalam konteks pengajian rutin.
Kata jaburan berasal dari bahasa Jawa, diturunkan dari kata dasar jabur atau jabor yang merujuk pada makanan ringan atau kudapan yang disajikan dalam konteks kebersamaan. Imbuhan sufiks -an dalam bahasa Jawa berfungsi membentuk nomina yang menunjukkan hasil, bentuk, atau tradisi dari suatu tindakan, sehingga jaburan bermakna keseluruhan praktik penyajian kudapan tersebut. Tradisi ini mencerminkan nilai gotong royong yang kuat dalam masyarakat Jawa, di mana setiap warga secara bergantian menanggung beban menyediakan konsumsi untuk kegiatan keagamaan bersama. Jaburan umumnya dilaksanakan pada malam-malam tertentu, seperti malam Jumat atau bulan Ramadan, dan menjadi perekat sosial antarwarga di lingkungan kampung. Istilah ini paling lazim digunakan di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, dan relatif tidak dikenal di luar komunitas Jawa.
Bengi iki giliran Pak Harto sing gawa jaburan nang musala. (Malam ini giliran Pak Harto yang membawa jaburan ke musala.)
Merepresentasikan penggunaan nyata dan sesuai konteks leksikal.
Bahasa gaul itu cair. Jika kata ini punya makna beda di tongkronganmu, tambahkan disini.
Definisi: Frasa tanya dalam bahasa Jawa ragam krama inggil yang bermakna “bagaimana” atau “seperti apa”, digunakan untuk menanyakan cara, kondisi, atau keadaan sesuatu hal dengan penuh kesopanan dan penghormatan.
Pelajari Selengkapnya