Nomina
Kata benda; nama dari seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan.
Istilah dalam dialek Jawa Timur (Suroboyoan) yang merujuk pada “makanan” atau “santapan”, digunakan dalam ragam ngoko sebagai padanan informal dari kata pangan atau makanan dalam bahasa Indonesia baku.
makanan
Padanan baku dalam Bahasa Indonesia formal untuk kata `badogan`.
pangan
Sinonim formal dan lebih teknis dari `badogan`, umumnya digunakan dalam konteks kebijakan atau akademik.
pakan
Berkaitan secara semantik namun umumnya merujuk pada pakan hewan, bukan makanan manusia.
Kata badogan (juga ditulis “badokan” atau “badhogan”) berasal dari akar kata badog dalam bahasa Jawa Ngoko, yang berarti “makan” dalam konteks kasar atau lugas. Sufiks -an berfungsi sebagai nominalizer yang mengubah kata kerja menjadi nomina, sehingga badog + -an menghasilkan makna “sesuatu yang dimakan” atau “makanan”. Kata ini sangat lazim digunakan di wilayah Jawa Timur, khususnya dalam percakapan sehari-hari masyarakat Surabaya dan sekitarnya. Penggunaannya mencerminkan gaya bahasa Suroboyoan yang cenderung lugas, ekspresif, dan tanpa basa-basi. Kata ini termasuk dalam register ngoko_lugu sehingga tidak pantas digunakan kepada orang yang lebih tua atau dihormati. Dalam konteks formal atau sopan, padanan yang lebih tepat adalah dhahar (krama inggil) atau nedha (krama madya).
Badogan'e wis mateng, ayo mangan bareng! (Makanannya sudah matang, ayo makan bersama!)
Merepresentasikan penggunaan nyata dan sesuai konteks leksikal.
Bahasa gaul itu cair. Jika kata ini punya makna beda di tongkronganmu, tambahkan disini.
Definisi: Frasa tanya dalam bahasa Jawa ragam krama inggil yang bermakna “bagaimana” atau “seperti apa”, digunakan untuk menanyakan cara, kondisi, atau keadaan sesuatu hal dengan penuh kesopanan dan penghormatan.
Pelajari Selengkapnya