Nomina
Kata benda; nama dari seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan.
Anak kambing yang masih sangat muda, biasanya berusia beberapa hari hingga beberapa minggu, dan belum disapih dari induknya. Kata ini merupakan istilah khas dalam kosakata bahasa Jawa yang digunakan untuk merujuk pada “kambing muda” atau “anak kambing” dalam konteks peternakan tradisional.
anak kambing
Padanan standar dalam Bahasa Indonesia Baku untuk kata `cempe` dalam bahasa Jawa.
cempe
Kata `cempe` digunakan secara konsisten baik di dialek Jawa Tengah maupun Jawa Timur tanpa perubahan bentuk yang signifikan.
wedus cilik
Ungkapan deskriptif dalam Jawa Ngoko yang menggabungkan `wedus` (kambing) dan `cilik` (kecil), bersifat lebih umum daripada `cempe`.
glatik
Digunakan dalam konteks dialek tertentu dan kurang umum dibandingkan `cempe`.
Kata cempe berasal dari kosakata bahasa Jawa Ngoko yang telah lama digunakan dalam kehidupan agraris dan peternakan masyarakat Jawa. Istilah ini merujuk secara spesifik pada “anak kambing” yang masih sangat kecil dan muda, membedakannya dari kambing dewasa yang disebut wedus dalam bahasa Jawa Ngoko. Dalam tradisi peternakan masyarakat Jawa, terutama di pedesaan Jawa Tengah dan Jawa Timur, cempe merupakan istilah yang sangat akrab dan digunakan sehari-hari oleh para peternak. Kata ini mencerminkan kekayaan leksikon bahasa Jawa dalam membedakan tingkatan usia hewan ternak secara lebih terperinci dibandingkan bahasa Indonesia standar yang hanya mengenal istilah umum “anak kambing”. Penggunaan kata ini juga kadang meluas secara metaforis untuk menggambarkan sesuatu yang kecil, lemah, atau masih sangat muda.
Iku cempe anyar sing lair, ojo diganggu disik yo! (Itu anak kambing yang baru lahir, jangan diganggu dulu ya!)
Merepresentasikan penggunaan nyata dan sesuai konteks leksikal.