Istilah arkaik untuk jiwa yang merujuk pada roh manusia, nyawa, atau daya hidup yang bersifat rohani. Kata ini mendefinisikan esensi batiniah seseorang yang terpisah dari jasad fisik serta menjadi pusat dari perasaan dan pemikiran manusia dalam konteks sastra serta kehidupan.
djiwa
Ejaan lama untuk 'jiwa'.
jiwa
Roh atau sukma yang menghidupkan jasad manusia; nyawa.
nyawa
Daya hidup yang menyebabkan makhluk hidup tetap bernapas dan hidup.
roh
Merujuk pada entitas spiritual manusia yang tidak berwujud fisik.
sukma
Roh; jiwa; nyawa.
batin
Sisi internal atau esensi spiritual seseorang yang berkaitan dengan perasaan terdalam.
Kata ini berasal dari bahasa Sanskerta jiva yang secara historis melambangkan prinsip kehidupan universal. Dalam era Tempo Doeloe, penggunaan ejaan Van Ophuijsen dengan grafem “dj” mencerminkan pengaruh ortografi kolonial yang memberikan kesan sakral dan puitis. Pergeseran fonetis dari jiva menjadi djiwa menandakan proses adaptasi linguistik nusantara yang menggabungkan konsep spiritualitas India dengan kosmologi lokal. Secara sosial, kata ini sering digunakan dalam diskursus nasionalisme awal abad ke-20 untuk membangkitkan sentimen kolektif rakyat. Penggunaannya melampaui sekadar fungsi biologis, mencakup aspek “nasib” dan “kehendak merdeka” dalam sastra Melayu Tionghoa dan koran-koran lama. Memilih bentuk ejaan lama ini sekarang memberikan nuansa nostalgia, martabat, dan kedalaman filosofis yang lebih kuat dibandingkan bentuk modernnya.
Djiwa merdeka itoelah modal oetama oentoek membangoen bangsa jang besar. (Jiwa merdeka itulah modal utama untuk membangun bangsa yang besar.)
Merepresentasikan penggunaan nyata dan sesuai konteks leksikal.
Bahasa gaul itu cair. Jika kata ini punya makna beda di tongkronganmu, tambahkan disini.
Definisi: Frasa tanya dalam bahasa Jawa ragam krama inggil yang bermakna “bagaimana” atau “seperti apa”, digunakan untuk menanyakan cara, kondisi, atau keadaan sesuatu hal dengan penuh kesopanan dan penghormatan.
Pelajari Selengkapnya