Interjeksi
Kata seru; kata yang meluapkan perasaan (seperti ah, aduh).
Kata seru dalam bahasa Jawa yang menyatakan ketidaktahuan atau ketidakmengertian pembicara terhadap suatu hal, situasi, atau pertanyaan. Setara dengan “tidak tahu” dalam bahasa Indonesia.
tidak tahu
Padanan baku dalam bahasa Indonesia standar yang digunakan dalam konteks formal maupun informal.
ora weruh
Sinonim frasa dalam bahasa Jawa ngoko yang lebih eksplisit secara struktur dibandingkan 'embuh' yang bersifat satu kata.
nggak tahu
Padanan dalam bahasa Indonesia informal yang sering digunakan sebagai terjemahan langsung 'embuh' dalam percakapan sehari-hari.
Kata embuh merupakan kosakata asli bahasa Jawa yang termasuk dalam ragam ngoko, yaitu tingkatan tutur paling informal dalam sistem unggah-ungguh bahasa Jawa. Kata ini lazim digunakan dalam percakapan sehari-hari antarindividu yang memiliki hubungan akrab atau setara secara sosial. Varian penulisan dan pengucapan kata ini cukup beragam. Bentuk “mbuh” merupakan pemendekan fonetis yang paling umum dijumpai dalam tuturan lisan, sementara “ambuh” adalah varian dengan vokal awalan yang bersifat opsional. Ketiga bentuk tersebut memiliki makna yang identik dan dapat digunakan secara bergantian tergantung pada dialek penutur maupun preferensi individual. Secara pragmatis, embuh tidak hanya berfungsi sebagai jawaban atas pertanyaan, tetapi juga dapat mengekspresikan sikap pasrah, ketidakpedulian, atau keengganan untuk membahas suatu topik lebih lanjut, tergantung pada konteks intonasi dan situasi tutur.
Embuh, aku ora ngerti kahanan koyo mau. (Nggak tahu, aku tidak paham perihal seperti tadi.)
Merepresentasikan penggunaan nyata dan sesuai konteks leksikal.
Bahasa gaul itu cair. Jika kata ini punya makna beda di tongkronganmu, tambahkan disini.
Definisi: Istilah untuk lubang atau cekungan di permukaan tanah atau jalan yang disebabkan oleh erosi, kerusakan, atau faktor alam lainnya. Istilah ini sering kali merujuk pada kondisi jalan yang rusak dan berpotensi membahayakan.
Pelajari Selengkapnya