Adjektiva
Kata sifat; kata yang menerangkan nomina (kata benda) dan secara umum dapat bergabung dengan kata lebih dan sangat.
Kata sifat dalam bahasa Jawa yang menggambarkan kondisi hembusan angin yang bertiup secara perlahan, lembut, dan membawa rasa sejuk atau segar, terutama dirasakan pada waktu pagi hari atau sore hari di ruang terbuka.
sepoi-sepoi
Padanan standar dalam Bahasa Indonesia Baku yang paling umum digunakan untuk menggambarkan makna yang sama dengan `semribit`.
semilir
Memiliki makna yang sangat dekat dengan `semribit`, namun `semilir` lebih sering muncul dalam ragam formal dan sastra Indonesia.
silir
Padanan yang lebih halus dan puitis untuk `semribit`, sering ditemukan dalam tembang dan karya sastra Jawa klasik.
semriwing
Berkerabat makna dengan `semribit` namun membawa nuansa dingin yang lebih intens dan kadang terasa menggigit, bukan sekadar sejuk menyenangkan.
adem
Berkaitan secara semantis dengan `semribit` karena keduanya mengandung nuansa kesejukan, namun `adem` bersifat lebih umum dan tidak spesifik merujuk pada hembusan angin.
Kata semribit merupakan kosakata asli bahasa Jawa yang tergolong dalam kelompok kata sifat penginderaan, khususnya yang berkaitan dengan persepsi taktil terhadap udara dan angin. Kata ini lazim digunakan dalam ragam ngoko dan mencerminkan kepekaan budaya Jawa terhadap detail-detail alam yang halus dan menenangkan. Secara etimologis, semribit diduga berasal dari akar fonetis onomatopoeik yang meniru bunyi atau sensasi angin tipis yang bergerak, serupa dengan pola pembentukan kata dalam bahasa Jawa yang menggunakan prefiks sem- atau ser- untuk menggambarkan sensasi fisik yang ringan dan berulang. Kata ini sering muncul dalam percakapan sehari-hari masyarakat Jawa Tengah dan Jawa Timur, terutama dalam konteks menggambarkan suasana alam yang nyaman dan damai. Dalam konteks sastra dan tembang Jawa, nuansa yang dibawa oleh kata semribit kerap diasosiasikan dengan ketenangan batin, suasana pedesaan, serta momen reflektif yang penuh kedamaian. Kata ini menjadi bagian dari kekayaan leksikon Jawa yang menunjukkan betapa detailnya bahasa ini dalam mengklasifikasikan pengalaman indrawi manusia terhadap alam.
Angin'e semribit tenan, enak banget lungguh ing latar kene. (Anginnya sepoi-sepoi sekali, nyaman banget duduk di halaman sini.)
Merepresentasikan penggunaan nyata dan sesuai konteks leksikal.
Bahasa gaul itu cair. Jika kata ini punya makna beda di tongkronganmu, tambahkan disini.
Definisi: Kata sambung yang digunakan untuk menunjukkan perlawanan atau perbedaan dalam konteks percakapan Jawa, berfungsi sebagai pengganti 'namun' atau 'akan tetapi' dalam bahasa Indonesia formal. Dalam bentuk 'ngoko lugu' atau 'ngoko alus', kata ini menunjukkan nada yang santai namun tetap menjaga kesopanan.
Pelajari Selengkapnya