Konjungsi
Kata hubung; kata atau ungkapan penghubung antarkata, antarfrasa, antarklausa, dan antarkalimat.
Konjungsi dalam basa Jawa Krama yang berfungsi ganda: (1) menyatakan hubungan sebab-akibat, setara dengan βkarenaβ; (2) menyatakan titik awal waktu, setara dengan βsejakβ. Digunakan dalam ragam tulis sastra maupun tutur formal Jawa.
karena
Padanan baku bahasa Indonesia untuk fungsi kausal `awit`.
lantaran
Kata penghubung yang sering digunakan dalam konteks percakapan atau narasi untuk menyatakan alasan.
sebab
Sinonim kausal dalam bahasa Indonesia baku yang lebih umum digunakan dalam ragam formal.
sejak
Padanan baku bahasa Indonesia untuk fungsi temporal `awit`.
Kata awit berasal dari kosakata basa Jawa Krama, lapisan bahasa Jawa yang digunakan dalam konteks formal, kesusastraan, dan percakapan hormat kepada orang yang lebih tua atau berkedudukan lebih tinggi. Secara etimologis, awit berkerabat dekat dengan kata wiwit dalam ragam Ngoko, yang berarti βmulaiβ atau βsejakβ. Pergeseran makna terjadi sehingga awit juga mengambil fungsi kausal (βkarenaβ), kemungkinan besar karena hubungan logis antara titik awal suatu peristiwa dan penyebabnya. Dalam teks sastra Jawa klasik seperti Serat dan Babad, awit kerap muncul berpasangan dengan partikel saking (dari/karena) untuk memperkuat nuansa kausal, sebagaimana terlihat dalam frasa awit saking. Penggunaan kata ini mencerminkan kekayaan sistem honorifik bahasa Jawa yang membedakan register tutur secara ketat berdasarkan konteks sosial dan hierarki.
Awit saking gerah, panjenengan mboten saged rawuh ing adicara punika. (Karena sakit, Anda tidak bisa hadir di acara ini.)
Merepresentasikan penggunaan nyata dan sesuai konteks leksikal.
Bahasa gaul itu cair. Jika kata ini punya makna beda di tongkronganmu, tambahkan disini.
Definisi: Frasa tanya dalam bahasa Jawa ragam krama inggil yang bermakna βbagaimanaβ atau βseperti apaβ, digunakan untuk menanyakan cara, kondisi, atau keadaan sesuatu hal dengan penuh kesopanan dan penghormatan.
Pelajari Selengkapnya