Nomina
Kata benda; nama dari seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan.
Kata dalam bahasa Jawa Ngoko yang merujuk pada “sayuran” atau segala jenis tumbuhan yang digunakan sebagai bahan masakan, mencakup berbagai jenis janganan seperti bayam, kangkung, kacang panjang, dan sejenisnya. Istilah ini lazim digunakan di wilayah Jawa Tengah, khususnya di daerah Semarang, Demak, dan sekitarnya.
sayuran
Padanan baku dalam Bahasa Indonesia Standar yang digunakan secara nasional.
sayur-mayur
Padanan Indonesia yang lebih kolektif dan ekspresif, sering digunakan dalam percakapan sehari-hari untuk menekankan keberagaman jenis sayuran.
Kata janganan berasal dari akar kata Jawa jangan yang berarti sayuran atau lauk berbahan dasar tumbuhan. Akhiran -an berfungsi sebagai sufiks kolektif dalam bahasa Jawa yang memperluas makna menjadi kumpulan atau jenis-jenis sayuran secara umum. Istilah ini termasuk dalam register ngoko_lugu, yaitu ragam bahasa Jawa yang digunakan dalam percakapan sehari-hari antara sesama teman atau orang yang sudah akrab. Di pasar-pasar tradisional Jawa Tengah, seperti Pasar Johar di Semarang atau pasar-pasar di Demak, kata janganan sangat umum diucapkan oleh para pedagang dan pembeli, terutama kalangan ibu rumah tangga. Dalam konteks budaya, pemilihan kata ini mencerminkan kekayaan leksikon pertanian dan kuliner masyarakat Jawa yang memiliki hubungan erat dengan tradisi bertani dan memasak sayur sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Bu, sampeyan dodol janganan opo ning pasar? (Bu, kamu jual sayuran apa di pasar?)
Merepresentasikan penggunaan nyata dan sesuai konteks leksikal.