Konjungsi
Kata hubung; kata atau ungkapan penghubung antarkata, antarfrasa, antarklausa, dan antarkalimat.
Konjungsi dalam bahasa Jawa Krama yang menyatakan urutan tindakan atau peristiwa; bermakna berurutan dan setara dengan “kemudian” atau “lalu” dalam bahasa Indonesia formal. Digunakan untuk menghubungkan dua klausa atau kalimat yang menunjukkan kejadian yang terjadi secara berurutan.
kemudian
Padanan langsung `lajeng` dalam bahasa Indonesia formal dan baku.
lalu
Sinonim formal `lajeng` yang lebih umum digunakan dalam bahasa Indonesia sehari-hari.
selanjutnya
Padanan bahasa Indonesia baku yang lebih formal dan sering digunakan dalam konteks tulisan atau pidato resmi.
terus
Melanjutkan gerakan ke arah depan
Kata lajeng berasal dari kosakata Jawa Krama, yaitu tingkatan bahasa Jawa yang digunakan dalam konteks formal dan untuk menghormati lawan bicara yang lebih tua atau memiliki kedudukan lebih tinggi. Secara etimologis, lajeng merupakan bentuk Krama dari kata Ngoko terus atau banjur, yang keduanya bermakna “kemudian” atau “lalu”. Dalam sistem tingkatan bahasa Jawa (unggah-ungguh basa), penggunaan lajeng mencerminkan kesadaran penutur akan hierarki sosial dan rasa hormat. Kata ini lazim digunakan dalam percakapan formal, upacara adat, serta dalam teks-teks sastra Jawa Krama. Di era modern, lajeng masih aktif digunakan oleh penutur Jawa Tengah dan Jawa Timur yang fasih berbahasa Krama, terutama dalam konteks komunikasi dengan orang yang dituakan atau dalam acara resmi kebudayaan Jawa.
Sampeyan nedha rumiyin, lajeng kita pirembagan bab menika. (Kamu makan dulu, kemudian kita membicarakan hal ini.)
Merepresentasikan penggunaan nyata dan sesuai konteks leksikal.