Mleding
/jv/Bahasa Asal: Bahasa atau dialek asal kata ini (JV).Definisi & Konteks
VerbaVerba
Kata kerja; kata yang menyatakan perbuatan, tindakan, proses, atau keadaan.
Tindakan atau kondisi menonjolkan bagian pantat secara sengaja, biasanya dengan cara membungkukkan badan atau memposisikan tubuh sedemikian rupa sehingga bagian belakang tubuh tampak menonjol ke luar. Kata ini termasuk dalam register ngoko bahasa Jawa dan umumnya digunakan dalam konteks percakapan sehari-hari yang bersifat santai atau teguran.
Sinonim & Padanan
menonjolkan pantat
Padanan formal dalam Bahasa Indonesia Baku untuk kata `mleding`.
njengking
Kata Jawa ngoko yang lebih spesifik merujuk pada posisi menungging, berkaitan erat secara semantik dengan `mleding`.
mbedundhung
Varian dialek Jawa yang memiliki nuansa makna serupa, digunakan di beberapa daerah Jawa Tengah.
mblenjong
Varian dialek Jawa Timur yang lebih bersifat deskriptif terhadap bentuk fisik pantat yang menonjol.
mbleber
Digunakan dalam konteks Jawa ngoko dengan nuansa yang lebih umum, tidak selalu spesifik merujuk pada pantat.
nggondheli bokong
Ungkapan yang lebih panjang dan deskriptif dibandingkan `mleding`, digunakan dalam konteks percakapan ngoko yang lebih santai.
Catatan Penggunaan atau Etimologi
Kata mleding berasal dari bahasa Jawa ragam ngoko dan secara etimologis diduga berkaitan dengan akar kata leding atau bleding, yang merujuk pada bentuk sesuatu yang menonjol, membuncit, atau menjulur keluar. Awalan m- dalam bahasa Jawa berfungsi sebagai penanda verba aktif, sehingga mleding bermakna melakukan tindakan menonjolkan bagian tubuh tertentu, dalam hal ini pantat. Dalam konteks budaya Jawa, tindakan mleding dianggap tidak sopan dan melanggar norma kesopanan (unggah-ungguh) yang dijunjung tinggi dalam masyarakat Jawa. Menampilkan bagian pantat secara sengaja di depan orang yang lebih tua atau dihormati dipandang sebagai bentuk kurang ajar dan dapat menimbulkan teguran sosial. Kata ini lazim digunakan dalam percakapan sehari-hari di lingkungan Jawa Tengah dan Jawa Timur, terutama sebagai bentuk teguran ringan kepada anak-anak atau remaja.
Contoh Penggunaan
Sampeyan ojo mleding yen ning ngarep wong tuwa, duso. (Kamu jangan menonjolkan pantat di depan orang tua, dosa.)
Terjemahan Bahasa Inggris
Merepresentasikan penggunaan nyata dan sesuai konteks leksikal.