Verba
Kata kerja; kata yang menyatakan perbuatan, tindakan, proses, atau keadaan.
Mendapat atau mengalami “keberuntungan” dan nasib baik; berada dalam kondisi yang menguntungkan secara materi maupun keadaan. Merupakan bentuk penulisan kata beruntung dalam Ejaan Van Ophuijsen.
bertuah
Memiliki keberuntungan atau dianggap membawa nasib baik.
beruntung
Mendapat nasib atau keadaan yang baik dan menguntungkan.
mujur
Kata 'mujur' memiliki makna yang sangat dekat dengan 'beroentoeng', yaitu berada dalam keadaan nasib baik atau keberuntungan. Namun 'mujur' lebih berfungsi sebagai adjektiva deskriptif, sementara 'beroentoeng' lebih bercorak verbal dan proses.
bernasib baik
'Bernasib baik' merupakan padanan deskriptif formal dari 'beroentoeng', menekankan aspek takdir atau nasib yang menguntungkan. Digunakan dalam konteks formal dan tulisan standar modern.
Kata beroentoeng merupakan bentuk ejaan resmi dalam sistem “Ejaan Van Ophuijsen” (1901–1947), sistem ortografi yang dirancang oleh ahli bahasa Belanda Charles Adriaan van Ophuijsen untuk menstandarisasi penulisan bahasa Melayu. Dalam sistem ini, bunyi /u/ ditulis sebagai 'oe', sehingga kata beruntung ditulis menjadi beroentoeng. Kata ini berakar dari oentoeng, yang diserap dari bahasa Jawa untung, dengan makna “nasib baik” atau “keberhasilan”. Setelah proklamasi kemerdekaan, Ejaan Soewandi (1947) menggantikan 'oe' dengan 'u', sehingga kata ini berubah menjadi beruntung. Pada era surat kabar dan sastra Melayu awal abad ke-20, kata beroentoeng kerap muncul dalam konteks perbandingan nasib antarindividu, mencerminkan kesadaran sosial masyarakat kolonial terhadap kesenjangan kehidupan.
Jang satoe beroentoeng, jang lain bersoesah sadja. (Yang satu beruntung, yang lain bersusah saja.)
Merepresentasikan penggunaan nyata dan sesuai konteks leksikal.
