Nomina
Kata benda; nama dari seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan.
Kata βinggilβ dalam konteks bahasa Jawa merujuk pada tingkat tertinggi dalam sistem kesopanan bahasa Jawa, yang disebut βkrama inggilβ, digunakan untuk menunjukkan penghormatan yang sangat tinggi kepada lawan bicara atau orang yang dibicarakan.
duwur
Bentuk bahasa Jawa tingkat rendah (ngoko) untuk menyatakan posisi tinggi.
luhur
Menggambarkan makna mulia dan terhormat yang terkandung dalam "inggil".
madya
Tingkatan menengah dalam hierarki kesopanan bahasa Jawa.
takzim
Rasa hormat yang amat sangat atau amat sopan.
tinggi
Padanan makna dasar 'tinggi' dalam bahasa Indonesia baku untuk konsep ketinggian atau keluhuran.
krama madya
Bagian dari sistem krama, tetapi bukan tingkat tertinggi seperti "inggil".
alus
Konsep kesopanan serupa dalam budaya lain di Indonesia, meski sistemnya berbeda.
Istilah βinggilβ berasal dari kata dasar inggil dalam bahasa Jawa yang berarti 'tinggi' atau 'luhur'. Dalam linguistik Jawa, sistem kesopanan dibagi menjadi tiga strata utama: ngoko (rendah/informal), krama madya (menengah), dan krama inggil (tinggi/formal). Penggunaan βkrama inggilβ mencerminkan hierarki sosial dan budaya Jawa yang sangat menghargai kesantunan, sering digunakan ketika berbicara dengan orang yang lebih tua, atasan, atau dalam acara adat yang sakral.
Griya kulo ingkang inggil punika, pak. (Rumah saya yang ada di atas sana pak)
Merepresentasikan penggunaan nyata dan sesuai konteks leksikal.
Bahasa gaul itu cair. Jika kata ini punya makna beda di tongkronganmu, tambahkan disini.
Definisi: Frasa tanya dalam bahasa Jawa ragam krama inggil yang bermakna βbagaimanaβ atau βseperti apaβ, digunakan untuk menanyakan cara, kondisi, atau keadaan sesuatu hal dengan penuh kesopanan dan penghormatan.
Pelajari Selengkapnya