Jipem
“Bentuk prokem dari kata pinjam, yang berarti meminta sesuatu untuk digunakan sementara waktu dengan kesepakatan untuk dikembalikan. Kata ini merupakan hasil “pembalikan suku kata” yang menjadi ciri khas bahasa prokem Jakarta era 1980-an.”
Kumpulan kosakata gaul sehari-hari terdiksi se-Indonesia. Biar obrolan makin asik dan nggak kudet saat nongkrong.
“Bentuk prokem dari kata pinjam, yang berarti meminta sesuatu untuk digunakan sementara waktu dengan kesepakatan untuk dikembalikan. Kata ini merupakan hasil “pembalikan suku kata” yang menjadi ciri khas bahasa prokem Jakarta era 1980-an.”
“Aktivitas “judi” atau perjudian, terutama dalam konteks percakapan rahasia di kalangan kelompok tertentu pada era 1980-an. Kata ini merupakan bentuk sandi dari bahasa prokem Jakarta yang digunakan untuk menyamarkan topik sensitif dari pihak berwenang.”
“Sapaan akrab, singkatan dari 'Juragan', Saat ini dipakai untuk memanggil orang, layaknya bro, cuy, bray untuk kalangan muda maupun netizen. Di populerkan oleh platform Kaskus.”
“Interjeksi informal yang mengungkapkan kekecewaan, keheranan, atau ketidakpercayaan terhadap suatu perbuatan atau situasi. Digunakan untuk menegaskan bahwa sesuatu dianggap tidak masuk akal atau mengecewakan, setara dengan ungkapan “atas dasar apa” atau “kenapa bisa begitu”.”
“Menangis tersedu-sedu dengan sangat keras dan berlebihan, biasanya disertai isak tangis yang dramatis.”
“Sifat seseorang yang menjengkelkan namun tetap menggemaskan, lucu, dan lincah; menggambarkan tingkah laku “nakal yang menghibur”, menyebalkan tetapi sulit untuk tidak disuka.”
“Sifat atau kondisi seseorang yang dianggap kampungan, tidak mengikuti perkembangan zaman, dan kurang berwawasan luas, sehingga terkesan asing atau canggung dalam lingkungan perkotaan maupun pergaulan modern.”
“Sederhana atau murah, sering digunakan untuk humor ringan.”
“Istilah yang merujuk pada sesuatu yang tidak pasti, ambigu, atau berada di antara dua kondisi”
“Terlalu banyak berpikir hingga menimbulkan kecemasan.”
“Berhasil menyentuh perasaan atau pikiran seseorang secara tepat dan mendalam; terasa relevan dan berdampak secara emosional. Digunakan untuk menggambarkan suatu pernyataan, karya seni, lirik lagu, atau ucapan yang “mengena”, yakni beresonansi kuat dengan pengalaman atau kondisi batin seseorang hingga menimbulkan respons emosional yang nyata.”
“Dianggap berlebihan atau tidak enak dilihat.”
“Kemampuan atau keterampilan seseorang dalam memikat, merayu, atau menarik perhatian orang lain, seringkali dengan daya tarik personal yang kuat.”
“Gawean adalah istilah dalam bahasa Jawa yang merujuk pada pekerjaan atau aktivitas yang dilakukan, seringkali dalam konteks santai.”
“Kudet merupakan akronim dari frasa “kurang update”, yang merujuk pada kondisi seseorang yang tidak mengetahui informasi atau tren terkini.”
“Perilaku pamer kekayaan atau pencapaian.”
“Istilah slang informal yang merujuk pada ibu atau orang tua perempuan, berasal dari prokem dengan sisipan 'ok' pada kata 'nyonya' atau sejenisnya.”
“Berani mengambil tindakan ekstrem atau berisiko tanpa banyak pertimbangan; bertindak nekat dengan penuh semangat dan tanpa ragu.”
“Staycation adalah kegiatan liburan santai yang dilakukan tanpa harus bepergian jauh dari rumah atau area tempat tinggal, seringkali melibatkan aktivitas rekreasi di lingkungan sekitar. Konsep ini juga dapat diperluas untuk liburan ke lokasi yang relatif dekat, tergantung pada interpretasi individu. Kata ini menunjukkan preferensi untuk relaksasi dan kenyamanan tanpa kerumitan perjalanan panjang.”
“Istilah slang yang merujuk pada siswa atau status “kelas tiga” di jenjang pendidikan SMP maupun SMA; setara dengan ungkapan populer tingkat akhir di kalangan pelajar.”
“Kata ganti orang kedua tunggal yang digunakan untuk menyapa atau merujuk kepada lawan bicara secara langsung, setara dengan “kamu” dalam ragam bahasa formal. Kata ini bersifat netral hingga akrab, dan lazim digunakan dalam percakapan santai antara teman sebaya atau orang yang sudah saling mengenal.”
“Ungkapan interogatif atau eksklamatif yang digunakan untuk mengungkapkan rasa kagum, terkejut, atau kaget dengan nada yang dramatis atau menggebu-gebu”
“Nominal slang dalam ragam percakapan informal yang merujuk pada nilai nominal uang sebesar lima ribu rupiah (Rp5.000), berasal dari kosakata Hokkien yang diserap ke dalam bahasa gaul perkotaan Indonesia.”
“Istilah slang yang merujuk pada individu dengan orientasi seksual sesama jenis, khususnya digunakan dalam konteks komunitas LGBT Indonesia. “Boti” berfungsi sebagai sebutan informal yang mencakup makna luas untuk kaum gay, lesbian, atau biseksual.”