Prefer
““Prefer” dalam bahasa Inggris berarti lebih suka atau pilihan utama terhadap sesuatu dibandingkan alternatif lain. Di Indonesia, sering digunakan dalam percakapan santai, terutama di kalangan urban millennials dan Gen Z.”
Pusat rujukan utama bahasa gaul, kultur internet, dan dialek daerah. Temukan ragam kata yang mendefinisikan identitas Indonesia hari ini.
Menampilkan 24 entri
““Prefer” dalam bahasa Inggris berarti lebih suka atau pilihan utama terhadap sesuatu dibandingkan alternatif lain. Di Indonesia, sering digunakan dalam percakapan santai, terutama di kalangan urban millennials dan Gen Z.”
“Threadster adalah istilah untuk orang yang sering membuat thread di Twitter.”
“Hasil yang mengecewakan atau tidak sesuai harapan.”
“Ngepret adalah istilah slang yang digunakan untuk menggambarkan tindakan memukul atau menampar dengan keras dan tiba-tiba.”
“Bergerak atau pergi dengan cepat dari suatu tempat, biasanya karena ingin menghindari sesuatu atau terburu-buru mencapai tujuan. Menggambarkan tindakan melarikan diri atau berpindah lokasi secara tergesa-gesa. Kata ini menekankan kecepatan dan urgensi perpindahan, sering kali dengan nuansa spontan dan tanpa persiapan panjang.”
“Ayas adalah ungkapan yang digunakan untuk menyebut seseorang dengan cara akrab atau santai.”
“Tidak apa-apa; ungkapan untuk menenangkan.”
“Kata ganti orang pertama tunggal dalam ragam informal, bermakna saya atau aku. Digunakan oleh penutur untuk merujuk pada diri sendiri dalam percakapan santai sehari-hari. Setara dengan “aku” dalam bahasa formal, namun terasa lebih kasual, akrab, dan tanpa jarak sosial antarpenutur.”
“Zerg adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan taktik menyerang cepat dalam game, sering kali dengan banyak unit sekaligus.”
“Pekerja; orang yang melakukan pekerjaan atau bekerja untuk majikan, terutama di masa kolonial Hindia Belanda.”
“Singkatan dari 'Muka Kill', merujuk pada pemain yang terlalu terobsesi mengejar poin eliminasi (kill) hingga mengabaikan objektif tim atau strategi.”
“Istilah “ndeso” merujuk pada perilaku atau gaya hidup yang dianggap ketinggalan zaman, norak, atau kuno, seringkali diasosiasikan dengan kebiasaan dari pedesaan yang belum “modern.” Kata ini dipakai untuk menggambarkan seseorang atau sesuatu yang kurang mengikuti tren atau selera “kotaan” dan bisa bermakna merendahkan.”
“Jadoel adalah istilah dalam bahasa Melayu kolonial yang merujuk pada sesuatu yang ketinggalan zaman, usang, atau dari masa lalu yang sudah tidak relevan lagi.”
“Istilah slang untuk orang yang terlalu fokus atau kecanduan internet dan media sosial, sering mengabaikan kehidupan nyata.”
“Terlalu berlebihan, biasanya dalam konteks negatif.”
“Rancak berarti sesuatu yang keren, menarik, atau bagus.”
“Variasi berlebihan dari kata 'mantul' (mantap betul) untuk menyatakan sesuatu yang sangat keren, hebat, atau memuaskan.”
“Sederhana atau murah, sering digunakan untuk humor ringan.”
“Keadaan mental yang mengalami kebingungan, pusing, atau kacau pikiran akibat menghadapi masalah rumit, tekanan berlebihan, atau situasi yang membingungkan. Menggambarkan kondisi seseorang yang merasa kewalahan secara mental hingga sulit berpikir jernih atau mengambil keputusan dengan tepat.”
“Ajakan atau seruan untuk pergi bersama, basically seperti 'ayo' tapi lebih casual dan trendy di kalangan anak muda Jakarta Selatan..”
“Istilah slang yang merujuk pada orang-orang kelas menengah ke atas yang tinggal atau berasal dari daerah Jakarta Selatan, yang identik dengan gaya hidup mewah, trendi, dan berkelas”
“Merasa lelah secara fisik atau mental.”
“Bersifat merusak, menyakitkan, atau memberi pengaruh buruk secara emosional dan psikologis terhadap orang-orang di sekitarnya. Kata ini umumnya dipakai untuk menggambarkan seseorang, hubungan, atau lingkungan yang terus-menerus menguras energi, menciptakan konflik, dan menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan mental.”
“Istilah internet yang mengacu pada tren meme absurd dan nonsensical yang viral di media sosial, sering dikaitkan dengan konten humor random tanpa makna jelas atau logika yang masuk akal.”