ibahasa - Living Dictionary

Kami menguji bagaimana AI memahami bahasa Indonesia dan bahasa daerah, dengan kamus hidup di sampingnya. Dikurasi oleh manusia, didukung teknologi.

cc$Entri Kamus: CC BY-NC-SA 4.0

Platform

  • Benchmark
  • Model AI
  • Battle AI
  • Artikel
  • Insight
  • Kamus

Legal

  • Tentang Kami
  • Syarat & Ketentuan
  • Kebijakan Privasi
  • Tanya Jawab
  • Hubungi Kami
© 2026 ibahasa. Hak cipta dilindungi.
Switch to English
GitHub🤗Hugging Face
ibahasa - Living Dictionary
Observatorium
  • Artikel
  • Benchmark
  • Model AI
  • Battle AI
  • Kamus
  1. Topik
  2. Baku (Formal)
Koleksi Terverifikasi

Baku (Formal)

Koleksi kata baku dan resmi Bahasa Indonesia. Untuk keperluan profesional, akademik, bidang medis, sains dan komunikasi resmi.

310 kata•Diperbarui berkala

Elektromagnetisme

“Elektromagnetisme adalah cabang fisik yang mempelajari interaksi antara medan listrik dan medan magnet sebagai fenomena tunggal yang saling berkaitan. Bidang ini mencakup studi tentang muatan listrik, arus, dan radiasi elektromagnetik yang menjadi dasar bagi hukum-hukum fundamental alam semesta.”

1 arti

Adventisius

“Bersifat tidak lazim dalam hal lokasi kemunculan atau perkembangan suatu struktur, sifat, atau organ yang tumbuh di tempat yang berbeda dari posisi normalnya, serta terjadi secara tidak teratur dan sporadis. Istilah ini umumnya digunakan dalam konteks biologi, botani, dan ilmu kedokteran untuk merujuk pada pertumbuhan “ektopik” atau munculnya sesuatu di luar pola yang seharusnya.”

1 arti

Integrasi

“Proses penyatuan atau penggabungan berbagai unsur, sistem, kelompok, atau entitas yang berbeda menjadi satu kesatuan yang utuh dan fungsional. Dalam konteks kebijakan publik dan organisasi, “integrasi” merujuk pada upaya terkoordinasi untuk menyatukan komponen-komponen yang sebelumnya terpisah agar berjalan secara sinergis.”

1 arti

Katekolamin

“Golongan “senyawa kimia” organik yang memiliki struktur turunan dari katekol, yang berfungsi sebagai “neurotransmiter” atau hormon dalam tubuh.”

1 arti

Spektroskopi

“Teknik analisis ilmiah yang mempelajari interaksi antara radiasi elektromagnetik dan materi untuk menentukan struktur, komposisi, atau sifat fisik suatu zat. Metode ini mengukur intensitas cahaya yang diserap, dipancarkan, atau dihamburkan sebagai fungsi dari panjang gelombang atau frekuensi.”

1 arti

Delegitimasi

“Tindakan atau proses yang secara sengaja mengurangi atau mencabut “legitimasi” terhadap individu, lembaga, kebijakan, atau gagasan sehingga keabsahan atau otoritasnya dipertanyakan atau hilang.”

1 arti

Ambivalen

“Memiliki perasaan, sikap, atau pikiran yang bertentangan secara simultan terhadap suatu subjek atau situasi. Kondisi ini ditandai dengan kehadiran dua nilai atau dorongan yang berlawanan dan saling tarik-menarik sehingga menghasilkan keraguan atau ketidakpastian dalam pengambilan keputusan.”

1 arti

Astronot

“Individu yang terlatih untuk melakukan perjalanan dan menjalankan misi di “luar angkasa” menggunakan wahana antariksa.”

1 arti

Termodinamika

“Cabang ilmu fisika yang mempelajari hubungan antara “energi panas” dan bentuk energi lain, serta hukum-hukum yang mengatur perpindahan dan konversi energi dalam sistem fisik.”

1 arti

Fasisme

“Sebuah “ideologi” politik yang bersifat otoriter, ditandai dengan pemusatan kekuasaan pada negara, penindasan terhadap oposisi, serta pengagungan nasionalisme secara ekstrem.”

1 arti

Entropi

“Ukuran tingkat ketidakteraturan atau kekacauan dalam suatu sistem, di mana semakin tinggi nilai entropi, semakin besar derajat “ketidakpastian” dan penyebaran energi yang tidak dapat dimanfaatkan kembali. Konsep ini berlaku dalam termodinamika, teori informasi, dan berbagai disiplin ilmu lainnya.”

1 arti

Kultivar

“Kelompok tanaman yang telah dipilih dan dibudidayakan untuk memiliki karakteristik tertentu yang bersifat unik, stabil, serta seragam, yang tetap dipertahankan melalui metode perbanyakan tertentu.”

1 arti

Lateralis

“Berkaitan dengan atau berada di “sisi” samping. Istilah ini sering digunakan dalam konteks anatomi atau medis untuk menggambarkan posisi relatif suatu objek.”

1 arti

Epinefrin

“Hormon dan neurotransmiter yang diproduksi oleh kelenjar adrenal, digunakan dalam dunia medis sebagai “obat darurat” untuk menangani kondisi anafilaksis, henti jantung, dan bronkospasme berat dengan cara merangsang reseptor adrenergik.”

1 arti

Okultasi

“Fenomena astronomi yang terjadi saat sebuah benda langit tertutup oleh benda langit lainnya yang memiliki “diameter sudut” lebih besar dari pengamat.”

1 arti

Nomina

“Kelas kata yang berfungsi untuk mengacu pada seseorang, benda, tempat, atau konsep abstrak, yang secara sintaksis sering menempati posisi subjek atau objek dalam struktur kalimat. Dalam tata bahasa Indonesia, “nomina” sering disebut sebagai kata benda.”

1 arti

Fenomenologi

“Cabang filsafat yang mengkaji struktur pengalaman subjektif dan “kesadaran” sebagaimana dialami secara langsung dari sudut pandang orang pertama, tanpa reduksi ke penjelasan kausal atau objektif.”

1 arti

Augmentatif

“Bentuk atau kategori linguistik yang menyatakan makna besar, lebih, atau peningkatan derajat dari kata dasarnya, berlawanan dengan “diminutif” yang menyatakan makna kecil atau pengurangan.”

1 arti

Dekrit

“Keputusan atau “perintah” resmi yang dikeluarkan oleh kepala negara dalam keadaan darurat untuk menyelesaikan masalah ketatanegaraan.”

1 arti

Stagnasi

“Keadaan terhentinya suatu aliran, gerakan, atau perkembangan yang menyebabkan kondisi tidak aktif atau statis. Dalam konteks ekonomi dan sosial, istilah ini merujuk pada masa ketika tidak terjadi pertumbuhan atau kemajuan yang signifikan secara berkelanjutan.”

1 arti

Pestisida

“Zat atau campuran bahan kimia yang digunakan untuk mencegah, mengendalikan, atau membasmi organisme pengganggu yang dianggap sebagai “hama” pada tanaman.”

1 arti

Diskriminasi

“Perlakuan tidak adil atau “pembatasan” terhadap individu atau kelompok berdasarkan karakteristik tertentu, yang sering kali melibatkan pengucilan atau pelecehan sistemik.”

1 arti

Blantika

“Dunia atau “industri” yang berkaitan dengan kegiatan musik, pertunjukan, serta segala aspek komersial dan kreatif di dalamnya.”

1 arti

Diagnosis

“Proses “mengenal” penyakit atau kondisi berdasarkan gejala, tanda-tanda, dan hasil pemeriksaan penunjang untuk menetapkan karakter dan identitasnya secara akurat.”

1 arti
  • 1
  • 9
  • 13