fomo
“Perasaan takut tertinggal tren atau momen yang sedang populer.”
Registrasi lengkap setiap kata yang mendefinisikan identitas Indonesia hari ini. Dari bahasa gaul jalanan hingga kearifan lokal.
Menampilkan 20 entri
“Perasaan takut tertinggal tren atau momen yang sedang populer.”
“Kata sapaan atau persetujuan dalam bahasa Jawa Krama (tingkat tutur hormat) yang berarti 'ya' atau 'iya'. Digunakan untuk menunjukkan kesopanan dan penghormatan kepada orang yang lebih tua, atasan, atau dalam situasi formal. Ekuivalen dengan 'inggih' dalam ragam Jawa halus, mencerminkan tata krama dan hierarki sosial dalam budaya Jawa.”
“Kondisi canggung, gugup, atau tidak nyaman yang ditunjukkan seseorang ketika mendapat perhatian, pujian, atau berada dalam situasi yang membuatnya malu. Berasal dari singkatan 'salah tingkah', menggambarkan reaksi spontan seperti gerak-gerik kikuk, tidak tahu harus berbuat apa, atau kehilangan ketenangan saat merasa jadi pusat perhatian.”
“Berbicara atau mengomel dengan suara pelan dan tidak jelas, biasanya menunjukkan ketidakpuasan atau kesal”
“Kegiatan touring atau jalan-jalan menggunakan sepeda motor atau mobil pada pagi hari, biasanya dilakukan secara berkelompok untuk menjalin silaturahmi dan menikmati suasana pagi sambil berkendara.”
“Strategi investasi dalam cryptocurrency untuk menahan aset digital meskipun harga pasar sedang turun drastis, tanpa menjualnya karena panik. Istilah ini berasal dari kesalahan ketik kata 'hold' yang kemudian menjadi akronim 'Hold On for Dear Life', mencerminkan keyakinan investor terhadap potensi kenaikan harga jangka panjang.”
“Kata dalam bahasa Jawa yang berarti mendorong atau menyodorkan sesuatu dengan lembut atau perlahan. Bisa juga memiliki maksud menggesekan anggota badan ke orang lain.”
“Tipe pria keren, independen, dan tidak bergantung pada persetujuan sosial atau media sosial. Istilah dari internet culture yang viral di TikTok dan Twitter, terinspirasi dari 'sigma male' hierarchy meme”
“Campuran takut, cemas, kesepian atau sendirian; emosi kompleks tanpa padanan langsung di bahasa Indonesia.”
“Kondisi mental akibat terlalu banyak mengonsumsi konten internet berkualitas rendah atau tidak bermanfaat. Populer setelah viralnya tokoh kartun Tung tung tung sahur.”
“Plesetan dari 'culture', merujuk pada tren, gaya hidup, atau hal kekinian yang populer di kalangan Gen Z.”
“Berbicara dengan pembahasan yang terlalu tinggi, sulit dimengerti atau terlalu rumit dan berlebihan. Merupakan reduplikasi dari “ndakik” (tinggi/berlebihan)”
“Kata dalam bahasa Jawa yang berarti melamun, bengong, atau menatap kosong tanpa fokus karena sedang memikirkan sesuatu”
“Bentuk singkat dari 'belum' yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari”
“Merupakan ejaan lama untuk Yogyakarta (Daerah Istimewa Yogyakarta), saat ini. Ejaan ini mencerminkan sistem penulisan Van Ophuijsen yang berlaku sebelum Republik Indonesia merdeka.”
“Kata kerja untuk menelan cairan atau minuman ke dalam mulut dan kerongkongan”
“Ungkapan informal yang mengekspresikan kekaguman, keterkejutan, atau ketidakpercayaan terhadap sesuatu yang luar biasa atau ekstrem.”
“Kata slang yang artinya jelek atau tidak menarik, biasanya untu mengejek penampilan atau sesuatu.”
“Kata 'gamasuk' merupakan singkatan dari 'gak masuk' yang berarti tidak masuk atau tidak hadir.”
“Kata tanya untuk menanyakan identitas atau nama seseorang, versi santai dari 'siapa'.”