Kortison
““Kortison” adalah hormon steroid yang diproduksi secara alami oleh korteks kelenjar adrenal, memiliki rumus kimia C21H28O5, dan berperan penting dalam regulasi metabolisme karbohidrat, protein, serta lemak dalam tubuh.”
Pusat rujukan utama bahasa gaul, kultur internet, dan dialek daerah. Temukan ragam kata yang mendefinisikan identitas Indonesia hari ini.
Menampilkan 24 entri
““Kortison” adalah hormon steroid yang diproduksi secara alami oleh korteks kelenjar adrenal, memiliki rumus kimia C21H28O5, dan berperan penting dalam regulasi metabolisme karbohidrat, protein, serta lemak dalam tubuh.”
“Garis khayal pada “peta” atau grafik klimatologi yang menghubungkan titik-titik lokasi geografis dengan durasi penyinaran matahari yang sama dalam suatu periode waktu tertentu, digunakan dalam analisis iklim dan meteorologi.”
“Jenis “tanah mineral” berwarna cokelat hingga keabu-abuan yang bersifat alkalis dan mengandung konsentrasi tinggi kalsium karbonat, terbentuk di bawah kondisi iklim semi-kering dengan curah hujan rendah, umumnya ditemukan di wilayah tenggara Australia.”
“Nominal slang dalam sistem penomoran uang rupiah yang merujuk pada nilai lima puluh ribu rupiah (Rp50.000), berasal dari kosakata serapan bahasa Hokkien yang digunakan secara luas dalam percakapan sehari-hari masyarakat urban Indonesia.”
“Nominal slang dalam ranah keuangan informal yang merujuk pada nilai uang sebesar lima ratus rupiah (Rp500), berasal dari adaptasi fonetis bahasa Hokkien yang kemudian menjadi bagian dari kosakata “prokem” dan bahasa gaul urban Indonesia.”
“Nominal slang dalam ragam percakapan informal yang merujuk pada nilai nominal uang sebesar lima ribu rupiah (Rp5.000), berasal dari kosakata Hokkien yang diserap ke dalam bahasa gaul perkotaan Indonesia.”
“Kondisi di mana terjadi kebocoran kompresi pada mesin, sehingga tekanan udara atau gas di dalam silinder berkurang secara tidak normal, mengakibatkan performa mesin menurun atau mesin tidak dapat bekerja secara optimal.”
“Aktivitas memasak nasi dengan cara tradisional Jawa, yaitu menanak nasi menggunakan liwet (metode memasak nasi langsung di dalam panci atau kuali dengan air dan bumbu tertentu hingga air habis terserap), sering dilakukan secara bersama-sama sebagai kegiatan sosial yang bernilai budaya tinggi.”
“Dalam dialek Jawa, kata kendo berarti longgar atau tidak kencang, digunakan untuk menggambarkan kondisi suatu benda atau situasi yang tidak tegang, tidak erat, atau tidak ketat. Merupakan “lawan kata” dari kenceng atau kencang.”
“Lemu adalah kata sifat dalam bahasa Jawa yang berarti “gemuk” atau bertubuh besar dengan kandungan lemak yang cukup banyak pada tubuh. Kata ini digunakan untuk menggambarkan kondisi fisik seseorang atau hewan yang memiliki bobot badan melebihi rata-rata.”
“Anak kambing yang masih sangat muda, biasanya berusia beberapa hari hingga beberapa minggu, dan belum disapih dari induknya. Kata ini merupakan istilah khas dalam kosakata bahasa Jawa yang digunakan untuk merujuk pada “kambing muda” atau “anak kambing” dalam konteks peternakan tradisional.”
“Cabang “ilmu pengetahuan” dan teknologi yang mempelajari serta mempraktikkan penjelajahan ruang angkasa di luar atmosfer bumi menggunakan “wahana antariksa”.”
“Sebutan atau gelar kehormatan dalam bahasa Jawa untuk seseorang yang telah menunaikan ibadah haji, merupakan bentuk adaptasi fonetis dari kata haji dalam pelafalan Jawa.”
“Elektrode positif dalam sel elektrokimia yang berfungsi menarik elektron dari sirkuit eksternal.”
“Bunyi “gemuruh” yang sangat keras di udara yang terjadi bersamaan dengan kilat atau petir.”
“Instrumen ilmiah atau “perangkat ukur” yang digunakan untuk menentukan nilai “konduktivitas” atau daya hantar listrik pada suatu material.”
“Kata keterangan dalam dialek Jawa yang bermakna lagi atau kembali, digunakan untuk menyatakan pengulangan suatu tindakan atau keadaan yang terjadi sekali lagi.”
“Kata dalam bahasa Jawa Ngoko yang berarti “kejadian” atau peristiwa yang telah terjadi, sering digunakan untuk merujuk pada suatu insiden atau hal yang akhirnya benar-benar terwujud setelah sebelumnya diantisipasi atau diperingatkan.”
“Perbuatan atau perkataan yang tidak sesuai dengan kebenaran, digunakan dalam ragam ngoko bahasa Jawa untuk menyatakan tindakan “berbohong” atau tidak berkata jujur.”
“Golongan “senyawa kimia” organik yang memiliki struktur turunan dari katekol, yang berfungsi sebagai “neurotransmiter” atau hormon dalam tubuh.”
“Bentuk atau kategori linguistik yang menyatakan makna besar, lebih, atau peningkatan derajat dari kata dasarnya, berlawanan dengan “diminutif” yang menyatakan makna kecil atau pengurangan.”
“Kondisi kosong atau tidak berisi, merujuk pada benda yang bagian dalamnya hampa, tidak memiliki isi, atau tidak terisi penuh. Kata ini digunakan secara luas dalam percakapan sehari-hari masyarakat Jawa untuk menggambarkan keadaan “hampa” atau “nihil” pada suatu objek maupun kondisi.”
“Kata dalam bahasa Jawa yang merujuk pada “tulang”, yaitu jaringan keras yang membentuk kerangka tubuh makhluk hidup, baik manusia maupun hewan.”
“Kata umpatan dalam bahasa Jawa yang bermakna bodoh atau tidak mampu berpikir dengan baik, digunakan untuk mengekspresikan rasa frustrasi, kekecewaan, atau cemoohan terhadap seseorang yang dianggap tidak cerdas atau tidak kompeten. Kata ini tergolong “umpatan kasar” yang lazim digunakan dalam percakapan sehari-hari masyarakat Jawa masa kini.”