Nomina
Kata benda; nama dari seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan.
Wilayah atau daerah lain yang berada di luar lingkungan Surakarta (Solo) sebagai pusat kebudayaan Jawa; merujuk pada tanah perantauan atau negeri asing yang jauh dari pusat peradaban Jawa. Sinonim umum: “luar daerah”, “tanah rantau”.
luar daerah
Ungkapan sehari-hari untuk menyebut wilayah yang berada di luar batas wilayah asal atau pusat administrasi; digunakan dalam percakapan umum.
negeri seberang
Sebutan tradisional/retoris untuk wilayah asing atau jauh dari pusat kebudayaan; kerap ditemukan dalam teks lama atau tutur yang bernuansa puitis/historis.
rantau
Daerah di luar kampung halaman; negeri asing; tempat mencari penghidupan.
tanah perantauan
Wilayah atau tempat di luar kampung halaman tempat seseorang merantau; makna formal/umum untuk daerah jauh dari pusat budaya asal.
Istilah amănca praja berasal dari bahasa Jawa Kawi, gabungan dua kata: manca yang berarti “luar” atau “asing”, dan praja yang berarti “negeri” atau “wilayah kerajaan”. Dalam konteks budaya Jawa Surakarta, istilah ini digunakan secara khusus untuk menyebut segala wilayah di luar keraton atau pusat pemerintahan Kasunanan Surakarta. Penggunaannya banyak dijumpai dalam literatur Jawa klasik abad ke-19, termasuk dalam surat kabar berbahasa Jawa seperti Candrakanta, yang memuat tulisan-tulisan dari pembaca di luar wilayah Surakarta. Istilah ini mencerminkan pandangan dunia (kosmologi) Jawa yang menempatkan keraton sebagai pusat jagad (pusat semesta), sehingga segala yang berada di luarnya dianggap sebagai “asing” atau “mancanegara” dalam skala lokal.
Mas Joko wis suwe ing amănca praja, durung mulih-mulih. (Mas Joko sudah lama di tanah rantau, belum juga pulang.)
Merepresentasikan penggunaan nyata dan sesuai konteks leksikal.
Bahasa gaul itu cair. Jika kata ini punya makna beda di tongkronganmu, tambahkan disini.
Definisi: Kata sambung yang digunakan untuk menunjukkan perlawanan atau perbedaan dalam konteks percakapan Jawa, berfungsi sebagai pengganti 'namun' atau 'akan tetapi' dalam bahasa Indonesia formal. Dalam bentuk 'ngoko lugu' atau 'ngoko alus', kata ini menunjukkan nada yang santai namun tetap menjaga kesopanan.
Pelajari Selengkapnya