Satoe
Definisi & Konteks
Nomina
Kata benda; nama dari seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan.
Satoe adalah angka satu dalam bahasa Melayu tempo doeloe, menggunakan ejaan Van Ophuijsen. Kata ini sering dipakai dalam dokumen kolonial dan surat kabar masa lalu.
Sinonim & Padanan
esa
Kata 'esa' bermakna satu atau tunggal, umumnya dipakai dalam konteks formal, keagamaan, atau filosofis seperti dalam frasa 'Ketuhanan Yang Maha Esa'. Memiliki nuansa lebih tinggi dan sakral dibanding 'satoe'.
hiji
Kata bilangan satu dalam bahasa Sunda.
satoe
Ejaan lama untuk 'satu' berdasarkan ejaan Van Ophuijsen, umum digunakan pada masa kolonial.
satu
Bilangan asli pertama setelah nol yang melambangkan keesaan atau jumlah tunggal.
setunggal
Kata 'satu' dalam bahasa Jawa krama inggil, menunjukkan tingkat kesopanan yang tinggi.
sahidji
Kata 'sahidji' adalah padanan angka satu dalam bahasa Jawa krama, digunakan dalam konteks formal atau hormat. Relevan sebagai varian dialek dalam dokumen kolonial yang juga mencatat bahasa daerah.
pertama
Kata 'pertama' berkaitan makna dengan 'satoe' dalam konteks urutan atau posisi, merujuk pada hal yang berada di posisi satu. Meskipun bukan sinonim sempurna, keduanya sering bertukar fungsi dalam teks tempo doeloe untuk menyatakan urutan pertama.
Catatan Penggunaan atau Etimologi
Kata satoe berasal dari akar Melayu satu, yang memiliki hubungan dengan rumpun bahasa Austronesia, termasuk kekerabatan dengan isa dalam bahasa Tagalog dan siji dalam bahasa Jawa. Ejaan Van Ophuijsen, sistem ortografi resmi yang dikodifikasikan pada tahun 1901 oleh linguis Belanda Herman Neubronner van der Tuuk dan disempurnakan C.A. van Ophuijsen, secara sistematis merepresentasikan bunyi vokal u di akhir kata dengan huruf ganda oe, mengikuti konvensi fonetis bahasa Belanda. Penggunaan satoe bukan sekadar pilihan ejaan, melainkan penanda zaman colonial yang kuat. Kata ini muncul dominan dalam teks-teks resmi pemerintahan Hindia Belanda, surat kabar berbahasa Melayu seperti Bintang Timoer dan Medan Prijaji, serta karya sastra Balai Pustaka era 1910 hingga 1940-an. Setelah Kongres Bahasa Indonesia 1938 dan Ejaan Republik 1947, satoe secara bertahap digantikan satu. Kini penggunaannya bernilai retoris dan nostalgia, sering dipakai dalam branding, judul karya seni, atau konten bertema kemerdekaan untuk membangkitkan rasa otentisitas historis.
Contoh Penggunaan
Satoe kata daripada proklamasi itoe tjoekoep menjatakan kemerdekaan bangsa kita. (Satu kata dari proklamasi itu cukup menyatakan kemerdekaan bangsa kita.)
Terjemahan Bahasa Inggris
Merepresentasikan penggunaan nyata dan sesuai konteks leksikal.
Punya arti lain untuk "Satoe"?
Bahasa gaul itu cair. Jika kata ini punya makna beda di tongkronganmu, tambahkan disini.