Jaitu
Definisi & Konteks
Konjungsi
Kata hubung; kata atau ungkapan penghubung antarkata, antarfrasa, antarklausa, dan antarkalimat.
Kata penghubung penjelas yang berfungsi memperkenalkan atau merinci sesuatu yang telah disebutkan sebelumnya; merupakan varian ejaan arkaik dari yaitu dalam sistem Ejaan Van Ophuijsen, di mana fonem /y/ ditulis sebagai huruf 'j'. Sinonim dengan kata “yakni” dalam penggunaannya sebagai konjungsi penegas. (Sinonim Modern: yaitu)
Sinonim & Padanan
yaitu
Kata penghubung yang digunakan untuk memperkenalkan penjelasan atau perincian lebih lanjut dari suatu pernyataan.
yakni
'Yakni' berfungsi sebagai sinonim langsung dari 'jaitu'/'yaitu' dalam peran konjungsi penegas dan penjelas. Keduanya digunakan dalam konteks formal dan tulisan resmi, meskipun 'yakni' sering terasa lebih formal atau akademis.
ialah
'Ialah' merupakan padanan fungsional 'jaitu' yang digunakan untuk memperkenalkan atau mempertegas identitas atau rincian suatu hal. Dalam teks tempo doeloe, 'ialah' dan 'jaitu' sering muncul dalam konteks yang serupa.
adalah
'Adalah' dapat berfungsi sebagai padanan parsial 'jaitu' dalam kalimat definisi atau perincian, terutama dalam teks formal dan ilmiah. Namun, 'adalah' lebih bersifat kopulatif (penghubung subjek-predikat), sedangkan 'jaitu' lebih bersifat elaboratif.
Catatan Penggunaan atau Etimologi
Kata jaitu merupakan bentuk ejaan resmi dari kata penghubung yaitu dalam sistem Ejaan Van Ophuijsen (1901), sistem ortografi Belanda-Indonesia yang dibakukan oleh Ch. A. Van Ophuijsen. Dalam sistem tersebut, bunyi semivokal /y/ di awal suku kata secara konsisten dilambangkan dengan huruf 'j', sehingga yaitu menjadi jaitu, yang menjadi jang, dan ya menjadi ja. Kata ini berasal dari gabungan partikel ya (berasal dari bahasa Melayu klasik) dan itu, membentuk frasa penegas “ya itu” yang kemudian mengalami peleburan menjadi satu kata. Setelah Ejaan Soewandi (Ejaan Republik) diberlakukan pada tahun 1947, kata ini mengalami perubahan penulisan menjadi jaitu (dengan tetap menggunakan 'j' untuk /y/ dalam beberapa transisi), sebelum akhirnya dimantapkan menjadi yaitu dalam Ejaan yang Disempurnakan (EYD) tahun 1972. Kata ini sangat umum dijumpai dalam teks-teks hukum, sastra, dan jurnalisme kolonial era awal abad ke-20.
Contoh Penggunaan
Hartanja jang terbesar, jaitu tanah partikulir kepoenjaan toean Shelby, telah dilelang. (Harta terbesarnya, yaitu tanah partikelir kepunyaan tuan Shelby, telah dilelang.)
Terjemahan Bahasa Inggris
Merepresentasikan penggunaan nyata dan sesuai konteks leksikal.
Bukti Terverifikasi1

Boekoe Soerat-Soerat (TH. A. Du Mosch) - Hal 31 Boekoe Soerat-Soerat (TH. A. Du Mosch) - Hal 31
GambarliteratureCek Konteks
Punya arti lain untuk "Jaitu"?
Bahasa gaul itu cair. Jika kata ini punya makna beda di tongkronganmu, tambahkan disini.