Konjungsi
Kata hubung; kata atau ungkapan penghubung antarkata, antarfrasa, antarklausa, dan antarkalimat.
Penghubung kontrastif yang menyatakan pengecualian atau koreksi terhadap klausa sebelumnya; bentuk ejaan lama Van Ophuijsen dari kata baku “melainkan”.
kecuali
Kata depan untuk menyatakan pengecualian.
melainkan
Kata penghubung yang menyatakan pengecualian atau pembatasan terhadap suatu pernyataan sebelumnya.
namun
Kata penghubung yang menunjukkan perlawanan atau kontras dalam kalimat.
tetapi
Kata penghubung intrakalimat untuk menyatakan pertentangan atau perlawanan.
Kata ini berakar dari kata dasar lain yang mendapatkan prefiks me- dan sufiks -kan dalam sistem ejaan Van Ophuijsen. Secara historis, penggunaan akhiran -en mencerminkan pengaruh fonologi Belanda pada transkripsi bahasa Melayu awal abad ke-20. Penghubung ini lazim ditemukan dalam korespondensi formal dan literatur kolonial untuk memberikan penekanan tajam pada koreksi informasi. Dalam konteks sosial tempo doeloe, melainken berfungsi sebagai penanda retoris yang elegan. Penggunaannya menunjukkan tingkat intelektualitas dan kepatuhan terhadap standar bahasa administratif era Hindia Belanda. Kata ini digunakan untuk membatalkan atribusi negatif guna memperkenalkan fakta yang sebenarnya, sering kali muncul dalam perdebatan hukum atau narasi sastra klasik.
Ia boekan pendjoeroe biasa, melainken soeorang sasterawan ternama di kotaradja. (Ia bukan penjual biasa, melainkan seorang sastrawan ternama di ibu kota.)
Merepresentasikan penggunaan nyata dan sesuai konteks leksikal.
Bahasa gaul itu cair. Jika kata ini punya makna beda di tongkronganmu, tambahkan disini.
Definisi: Bentuk ejaan lama dari kata tentu, bermakna pasti, tidak diragukan lagi, atau sudah jelas adanya; digunakan dalam konteks kepastian atau keyakinan penuh.
Pelajari Selengkapnya