Preposisi
“Kata yang terletak di depan nomina atau pronomina yang berfungsi untuk menghubungkan kata-kata tersebut dengan bagian kalimat lainnya dalam sebuah struktur “sintaksis”.”
Pusat rujukan utama bahasa gaul, kultur internet, dan dialek daerah. Temukan ragam kata yang mendefinisikan identitas Indonesia hari ini.
Menampilkan 24 entri
“Kata yang terletak di depan nomina atau pronomina yang berfungsi untuk menghubungkan kata-kata tersebut dengan bagian kalimat lainnya dalam sebuah struktur “sintaksis”.”
“Kelas kata yang berfungsi untuk menggantikan “Nomina” atau frasa nomina guna menghindari repitisi dalam sebuah wacana.”
“Kata yang memberikan keterangan pada verba, adjektiva, nomina predikatif, atau kalimat secara keseluruhan untuk memperjelas makna “keterangan”.”
“Istilah linguistik yang merujuk pada kata atau ungkapan yang mengandung makna “merendahkan”, menghina, atau memberikan konotasi negatif terhadap subjek yang dibicarakan.”
“Kiasan pejoratif yang merujuk pada laki-laki tua yang masih memiliki hasrat atau “kegilaan” terhadap perempuan, sering kali digunakan untuk mengejek atau mengkritik perilaku yang dianggap tidak pantas bagi usia tua.”
“Menunjukkan kuantitas “satu kali” atau frekuensi yang terjadi hanya dalam satu urutan kejadian tunggal.”
“Kata bilangan yang menunjukkan jumlah “satu kali” dalam tingkatan bahasa Jawa Krama alus.”
“Keterangan jumlah frekuensi yang menyatakan “dua kali” atau kelipatan kedua dalam urutan kejadian.”
“Sebutan untuk “pengantin” atau individu yang sedang dalam proses melangsungkan upacara pernikahan.”
“Tindakan “masuk” ke dalam suatu ruang, bangunan, atau wilayah tertentu.”
“Kata keterangan yang menyatakan tingkat intensitas atau derajat yang tinggi, merupakan bentuk krama dan krama inggil dari kata “banget” atau “sangat” dalam bahasa Jawa.”
“Kata penunjuk arah “barat” dalam sistem koordinat bahasa Jawa yang merujuk pada posisi matahari terbenam.”
“Sifat atau perilaku seseorang yang dianggap “mengganggu”, menjengkelkan, atau usil sehingga menimbulkan ketidaksenangan bagi orang lain di sekitarnya.”
“Melakukan kegiatan berbicara secara berkelanjutan tanpa jeda dengan tempo yang sangat cepat, seringkali dilakukan tanpa memedulikan pemahaman atau tanggapan dari lawan bicara.”
“Senyawa kimia atau bahan beracun yang digunakan untuk menghambat pertumbuhan atau mematikan “gulma” dan tumbuhan pengganggu lainnya.”
“Bahan kimia atau agen biologi yang dirancang khusus untuk membunuh organisme pada tahap larva, terutama serangga seperti nyamuk sebelum mencapai tahap dewasa. Zat ini diaplikasikan pada habitat air guna memutus siklus hidup hama dan mencegah penyebaran penyakit menular.”
“Kata ganti penunjuk yang digunakan untuk merujuk pada benda atau hal yang letaknya “jauh” dari pembicara namun dekat dengan lawan bicara.”
“Singkatan teknis dari “pasir” dan “batu”, merujuk pada material campuran agregat kasar dan halus yang digunakan sebagai lapisan pondasi dalam konstruksi bangunan atau pengerasan jalan.”
“Verba intransitif yang menunjukkan gerakan atau perpindahan menuju ke suatu tempat yang jauh dari posisi pembicara maupun lawan bicara. Kata ini berfungsi sebagai penanda arah dalam tingkatan bahasa “ngoko” yang berarti “ke sana” atau menuju ke arah yang dimaksud.”
“Bagan atau diagram yang merepresentasikan posisi matahari, bulan, dan planet-planet pada saat kelahiran seseorang untuk melakukan “ramalan” nasib.”
“Melakukan tindakan “meminjam” barang atau uang dari orang lain, atau dalam konteks tertentu berarti melakukan suatu pekerjaan.”
“Wadah air minum tradisional yang terbuat dari tanah liat, memiliki bentuk bulat pada bagian badan dengan leher panjang dan dilengkapi dengan “cerat” untuk mengalirkan air.”
“Wadah air atau “bak” permanen yang terletak di dalam kamar mandi atau tempat wudu untuk menampung air dalam volume besar.”
“Adverbia penunjuk dalam tingkatan krama madya yang mengekspresikan keserupaan atau perbandingan terhadap sesuatu yang berjarak dari pembicara. Berfungsi secara semantis sebagai padanan frasa “seperti itu” untuk menunjukkan cara, keadaan, atau sifat yang telah disebutkan sebelumnya dengan tingkat kesantunan menengah.”