Nomina
Kata benda; nama dari seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan.
Varian ortografi historis dari bulan yang merujuk pada satelit alami bumi atau satuan penanggalan selama tiga puluh hari. Bentuk ini umum digunakan dalam teks “tempo doeloe” untuk merepresentasikan benda langit atau penanda waktu kronologis.
bulan
Bentuk ejaan lama (Van Ophuijsen) dari kata 'bulan' yang merujuk pada satuan waktu kalender.
rembulan
Bentuk puitis atau sastra dari 'bulan', sering digunakan untuk merujuk pada bulan sebagai benda langit.
wulan
Bentuk serapan dari bahasa Jawa yang berarti 'bulan', sering digunakan dalam konteks sastra atau budaya Jawa.
Bentuk “boelan” memiliki dua asal unsur yang saling terkait. Secara ortografis, “boelan” mencerminkan ejaan Van Ophuijsen/ortografi kolonial yang menulis vokal /u/ dengan huruf “oe”; oleh karena itu kata baku modern “bulan” sering muncul sebagai “boelan” dalam cetakan dan naskah Melayu/Indonesia abad ke-19 hingga pertengahan abad ke-20. Secara leksikal dan sosiolinguistik, “boelan” juga berfungsi sebagai varietas nonbaku atau slang dari “bulan” dalam tuturan lisan; pemakaiannya memberi nuansa santai, regional, atau nostalgia (mis. untuk meniru tutur tempoe doeloe). Bentuk ini kerap ditemui dalam lagu rakyat, percakapan sehari-hari, reproduksi dialek Betawi/Melayu lama, serta teks yang hendak meniru gaya kuno. Perubahan ejaan resmi Republik Indonesia (reformasi ejaan 1972) menggantikan “oe” dengan “u”, sehingga bentuk baku kini ditetapkan sebagai “bulan”; oleh karena itu “boelan” dikategorikan sebagai varian historis dan nonbaku.
Lama soedah doea boelan, rindoe makin besar. (Lama sudah dua bulan, rindu makin besar.)
Merepresentasikan penggunaan nyata dan sesuai konteks leksikal.
Bahasa gaul itu cair. Jika kata ini punya makna beda di tongkronganmu, tambahkan disini.
Definisi: Bentuk ejaan lama dari kata tentu, bermakna pasti, tidak diragukan lagi, atau sudah jelas adanya; digunakan dalam konteks kepastian atau keyakinan penuh.
Pelajari Selengkapnya