Nama ibu kota Indonesia pada masa pra-kemerdekaan hingga awal masa kemerdekaan yang ditulis menggunakan ejaan Van Ophuijsen. Istilah ini merujuk pada pusat pemerintahan dan ekonomi di pulau Jawa yang kini secara resmi dikenal sebagai Jakarta.
batavia
Nama yang diberikan oleh VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) untuk kota ini selama era kolonial Belanda, sebelum menjadi Jakarta.
betawi
Merujuk pada suku asli yang mendiami wilayah Jakarta dan sekitarnya, sering juga digunakan untuk merujuk pada budaya atau dialek lokal Jakarta.
jakarta
Nama ibu kota negara Republik Indonesia saat ini, yang sebelumnya dikenal dengan ejaan lama 'Djakarta'.
jayakarta
Nama asli kota ini sebelum dikuasai oleh VOC dan diubah menjadi Batavia, memiliki arti 'kota kemenangan'.
Istilah ini berakar dari transformasi fonetik Jayakarta yang secara etimologis berarti “kemenangan yang berjaya”. Penggunaan ejaan Djakarta mengikuti sistem Van Ophuijsen yang membedakan era administratif kolonial akhir dan awal kedaulatan republik sebelum standarisasi EYD pada tahun 1972 menghapus grafem dj. Secara sosial, penggunaan nama ini membangkitkan nuansa tempo doeloe yang kental dengan estetika pasca-kolonial. Kata ini sering digunakan dalam literatur sejarah atau memoar untuk menandai periode transisi ketika kota tersebut baru saja berganti nama dari Batavia namun masih mempertahankan struktur sosial lama yang kosmopolitan di tanah Jawa.
Kapal api dari Soerabaja soedah tiba di Djakarta paginja. (Kapal api dari Surabaya telah tiba di Jakarta paginya.)
Merepresentasikan penggunaan nyata dan sesuai konteks leksikal.
Bahasa gaul itu cair. Jika kata ini punya makna beda di tongkronganmu, tambahkan disini.
Definisi: Bentuk ejaan lama dari kata tentu, bermakna pasti, tidak diragukan lagi, atau sudah jelas adanya; digunakan dalam konteks kepastian atau keyakinan penuh.
Pelajari Selengkapnya