Adjektiva
Kata sifat; kata yang menerangkan nomina (kata benda) dan secara umum dapat bergabung dengan kata lebih dan sangat.
Kondisi tidur yang sangat nyenyak dan lelap, seolah-olah tubuh jatuh atau tenggelam sepenuhnya ke dalam tidur yang dalam. Kata “kebluk” menggambarkan kualitas tidur yang berat dan tidak mudah terbangun, sering dipakai untuk melukiskan seseorang yang tidur seperti tidak sadarkan diri.
mati
Penggunaan metaforis untuk menggambarkan tidur yang sangat dalam seperti tidak bernyawa.
nyenyak
Padanan baku dalam Bahasa Indonesia untuk menggambarkan kualitas tidur yang dalam dan tenang, tanpa nuansa ekspresif atau onomatopoeik seperti pada "kebluk".
pelor
Akronim dari nempel molor, istilah slang untuk orang yang sangat mudah tertidur nyenyak di mana saja.
pulas
Kondisi tidur yang sangat nyenyak sehingga tidak mudah terbangun.
turu kebluk
Dialek Jawa yang merujuk pada kebiasaan tidur yang sangat berat dan lama.
pules
Kata "pules" lebih dikenal secara nasional dalam ragam informal dan memiliki makna yang sangat dekat dengan "kebluk", namun tidak memiliki nuansa bunyi jatuh yang khas.
lelap
Padanan formal dan netral dalam Bahasa Indonesia Baku yang memiliki makna serupa namun terasa lebih halus dan kurang ekspresif dibandingkan "kebluk".
Kata kebluk berasal dari kosakata Jawa Ngoko yang secara fonetis meniru bunyi sesuatu yang jatuh atau ambruk dengan berat, serupa dengan kata ngebluk yang berarti jatuh atau ambruk secara tiba-tiba. Akar bunyi onomatopoeik ini mencerminkan gambaran tubuh yang “jatuh” ke dalam tidur yang sangat dalam, sehingga maknanya berkembang menjadi deskripsi kondisi tidur yang berat dan lelap. Dalam penggunaan sehari-hari di kalangan masyarakat Jawa, terutama di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, kata ini lazim digunakan dalam ragam Ngoko Lugu untuk menggambarkan seseorang yang tidur dengan sangat nyenyak, sering kali karena kelelahan. Frasa umum seperti “turu kebluk” atau “kebluk tenan” merupakan ungkapan natural yang terdengar ekspresif dan khas dalam percakapan informal antarsebaya maupun dalam konteks keluarga.
Wonge turu kebluk tenan, digugah ping telu ora melek. (Orangnya tidur sangat nyenyak, dipanggil tiga kali tidak bangun.)
Merepresentasikan penggunaan nyata dan sesuai konteks leksikal.
Bahasa gaul itu cair. Jika kata ini punya makna beda di tongkronganmu, tambahkan disini.
Definisi: Bentuk ejaan lama dari kata tentu, bermakna pasti, tidak diragukan lagi, atau sudah jelas adanya; digunakan dalam konteks kepastian atau keyakinan penuh.
Pelajari Selengkapnya