Kaloe
Definisi & Konteks
Konjungsi
Kata hubung; kata atau ungkapan penghubung antarkata, antarfrasa, antarklausa, dan antarkalimat.
Konjungsi yang digunakan untuk menyatakan syarat, pengandaian, atau kondisi tertentu yang harus dipenuhi agar suatu peristiwa atau keadaan dapat terjadi. Kata ini merupakan penulisan kalau dalam “Ejaan Van Ophuijsen” yang berlaku sebelum tahun 1947.
Sinonim & Padanan
bila
Digunakan dalam ragam formal maupun informal sebagai padanan `kalau`, dengan nuansa temporal yang lebih kuat.
jika
Bersinonim dengan `kalau` namun memiliki nuansa yang lebih formal dan lazim digunakan dalam tulisan resmi.
kalau
Konjungsi yang digunakan untuk menyatakan syarat, pengandaian, atau kondisi tertentu yang harus dipenuhi agar suatu peristiwa atau keadaan dapat terjadi.
kaloe
Penulisan 'kalau' dalam Ejaan Van Ophuijsen yang berlaku sebelum tahun 1947.
manakala
Digunakan dalam ragam formal dan sastra, memiliki nuansa kondisional sekaligus temporal.
apabila
Memiliki makna serupa namun lebih sering digunakan dalam teks hukum, peraturan, dan tulisan formal.
asal
Bersinonim dalam fungsi kondisional namun menekankan syarat tunggal yang cukup, berbeda dari `kalau` yang lebih netral.
Catatan Penggunaan atau Etimologi
Kata kaloe merupakan bentuk penulisan konjungsi syarat kalau berdasarkan kaidah “Ejaan Van Ophuijsen” yang dicetuskan oleh Charles Adriaan van Ophuijsen dan diberlakukan secara resmi sejak tahun 1901 pada masa pemerintahan kolonial Hindia Belanda. Dalam sistem ejaan ini, bunyi vokal /u/ ditulis sebagai oe, sehingga kalau menjadi kaloe. Ejaan Van Ophuijsen digunakan secara luas dalam surat-menyurat resmi, surat kabar, dan karya sastra Melayu-Indonesia hingga pertengahan abad ke-20. Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, pemerintah Indonesia meresmikan “Ejaan Soewandi” (juga dikenal sebagai Ejaan Republik) pada tanggal 19 Maret 1947, yang menggantikan oe dengan u, sehingga penulisan berubah menjadi kalau. Dalam Ejaan Soewandi, kata ini ditulis sebagai kalau. Konjungsi ini memiliki akar dalam bahasa Melayu klasik dan telah digunakan secara konsisten sebagai penanda klausa kondisional dalam berbagai teks sastra, hikayat, dan korespondensi sejak berabad-abad lamanya.
Contoh Penggunaan
Seterimanja soerat ini, bapa djangan koewatir apa-apa lagi, sebab anak bapa masi hidoep dan nanti akan girangken pada bapa, kaloe bapa soedah taoe apa sebabnja perdjalan saja ini. (Setelah menerima surat ini, Bapak jangan khawatir apa-apa lagi, sebab anak Bapak masih hidup dan nanti akan menggembirakan Bapak, kalau Bapak sudah tahu apa sebabnya perjalanan saya ini.)
Terjemahan Bahasa Inggris
Merepresentasikan penggunaan nyata dan sesuai konteks leksikal.
Bukti Terverifikasi1

Boekoe Soerat-Soerat (TH. A. Du Mosch) - Halaman 203/204 Boekoe Soerat-Soerat (TH. A. Du Mosch) - Halaman 203/204
GambarliteratureCek Konteks
Punya arti lain untuk "Kaloe"?
Bahasa gaul itu cair. Jika kata ini punya makna beda di tongkronganmu, tambahkan disini.