Egp
“Akronim dari 'emang gue pikirin' yang menyatakan sikap ketidakpedulian atau ketidaktertarikan terhadap suatu hal atau situasi.”
Temukan kekayaan kosakata Indonesia, mulai dari bahasa gaul Jakarta hingga dialek daerah yang berumur ratusan tahun, disusun secara alfabetis untuk memudahkan Anda.
“Akronim dari 'emang gue pikirin' yang menyatakan sikap ketidakpedulian atau ketidaktertarikan terhadap suatu hal atau situasi.”
“Mampu menghasilkan “efek” atau “hasil” yang diinginkan. Berkaitan dengan daya guna atau keberhasilan suatu tindakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.”
“Pandangan atau prinsip yang meyakini bahwa semua manusia memiliki derajat, hak, dan kesempatan yang “setara” tanpa memandang latar belakang sosial.”
“Istilah linguistik yang merujuk pada verba atau klausa yang membutuhkan dua “objek” untuk melengkapi maknanya, yaitu objek langsung dan objek tidak langsung.”
“Bidang orbit bumi mengelilingi Matahari yang membentuk lingkaran khayal melintasi bola langit selama satu tahun. Jalur ini merupakan garis edar semu pusat Matahari dilihat dari Bumi serta menjadi titik acuan utama untuk menentukan koordinat benda langit dalam sistem tata surya.”
“Berhubungan dengan atau bersifat mendasari keberadaan manusia. Kata ini merujuk pada segala sesuatu yang berkaitan dengan esensi menyangkut kehidupan, keberlangsungan hidup, serta kebebasan individu dalam menentukan makna dan tujuan fundamental di tengah realitas dunia.”
“Tersampaikan secara gamblang, terang, dan tanpa aling-aling sehingga maknanya dapat dipahami secara langsung. Sifatnya tidak mengandung keraguan atau kiasan, berfungsi untuk menghilangkan ambiguitas melalui penyampaian informasi yang “terbuka” dan terperinci dalam konteks formal.”
“Bersifat atau berasal dari luar atmosfir atau batasan fisik planet Bumi. Istilah ini merujuk pada segala fenomena, benda langit, atau entitas biologi hipotesis yang eksis di ruang angkasa atau dunia lain di luar sistem terestrial.”
“Fenomena astronomi saat matahari melintasi garis khatulistiwa, mengakibatkan panjang waktu siang dan malam menjadi hampir identik di seluruh permukaan bumi. Peristiwa ini menandai dimulainya pergantian musim astronomis di belahan bumi utara dan selatan.”
“Proses pengembangan atau perluasan suatu gagasan, konsep, atau argumen secara terperinci dan sistematis untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam. Kata ini merujuk pada tindakan menjabarkan suatu pokok pikiran dengan menyertakan penjelasan tambahan, contoh konkret, dan analisis yang mendukung.”
“Tingkat kelayakan dan daya tarik elektoral seseorang yang mencerminkan seberapa besar kemungkinan orang tersebut dipilih dalam suatu pemilihan umum; Biasanya diukur melalui survei opini dan analisis data pemilih. Istilah ini menjadi konsep kunci dalam memahami dinamika politik dan perencanaan strategi kampanye di Indonesia.”
“Elektromagnetisme adalah cabang fisik yang mempelajari interaksi antara medan listrik dan medan magnet sebagai fenomena tunggal yang saling berkaitan. Bidang ini mencakup studi tentang muatan listrik, arus, dan radiasi elektromagnetik yang menjadi dasar bagi hukum-hukum fundamental alam semesta.”
“Kurva datar tertutup yang simetris dan menyerupai lingkaran yang dipanjangkan pada satu sumbu, didefinisikan secara geometris sebagai himpunan titik-titik yang jumlah jaraknya dari dua titik tetap atau “fokus” adalah konstan.”
“Kata ganti orang kedua tunggal yang digunakan untuk menyapa atau merujuk kepada lawan bicara secara langsung, setara dengan “kamu” dalam ragam bahasa formal. Kata ini bersifat netral hingga akrab, dan lazim digunakan dalam percakapan santai antara teman sebaya atau orang yang sudah saling mengenal.”
“Jarak sudut antara dua benda langit dilihat dari Bumi, biasanya digunakan untuk menyatakan posisi “planet” terhadap Matahari.”
“Bersifat berdasarkan *pengalaman nyata atau observasi* langsung yang dapat dibuktikan secara lahiriah. Istilah ini merujuk pada pengetahuan yang diperoleh melalui *data lapangan dan eksperimen* fisik guna menjamin akurasi faktual di luar kerangka teori spekulatif.”
“Encang merujuk pada panggilan untuk paman atau saudara laki-laki dari orang tua, terutama yang lebih muda, dalam konteks masyarakat Betawi.”
“Encing merujuk pada panggilan hormat untuk bibi atau tante dalam budaya Betawi, baik dari pihak ayah maupun ibu.”
“Ukuran total energi panas dalam suatu sistem termodinamika pada tekanan konstan, merujuk pada kapasitas panas yang terkandung dalam suatu zat atau sistem.”
“Ukuran tingkat ketidakteraturan atau kekacauan dalam suatu sistem, di mana semakin tinggi nilai entropi, semakin besar derajat “ketidakpastian” dan penyebaran energi yang tidak dapat dimanfaatkan kembali. Konsep ini berlaku dalam termodinamika, teori informasi, dan berbagai disiplin ilmu lainnya.”
“Sifat atau proses yang berhubungan dengan aktivitas atau fungsi enzim dalam sistem biologis, menggambarkan mekanisme kimia yang melibatkan protein katalis.”
“Keadaan di mana suatu penyakit menular berjangkit dengan cepat di daerah yang luas dan menimbulkan banyak korban. Fenomena ini ditandai oleh peningkatan jumlah kasus yang melebihi batas normal dalam suatu “populasi” tertentu.”
“Cabang filsafat yang secara khusus mempelajari hakikat, sumber, batas, serta validitas pengetahuan. Bidang ini menganalisis secara kritis proses manusia dalam memperoleh kebenaran, kriteria justifikasi intelektual, dan struktur metodologis yang mendasari pembentukan ilmu pengetahuan secara sistematis.”
“Hakikat atau “inti” dari sesuatu yang membuatnya unik dan membedakannya dari hal lain, seringkali merujuk pada bagian terpenting atau pokok yang melandasi keberadaan atau sifatnya yang sesungguhnya.”
“Kata ganti penunjuk yang digunakan untuk merujuk pada benda atau hal yang letaknya “jauh” dari pembicara namun dekat dengan lawan bicara.”
“Cabang ilmu yang mengkaji hubungan antara identitas “etnis” dan kekuasaan “politik”, mencakup bagaimana kelompok suku atau ras memengaruhi kebijakan negara, perebutan kekuasaan, dan dinamika pemerintahan. Secara sederhana, ini adalah studi tentang bagaimana kesukuan membentuk dan dipengaruhi oleh urusan kenegaraan.”
“Partikel penegas atau penyeru khas bahasa Sunda yang digunakan untuk memperkuat pernyataan, mengekspresikan emosi, atau menarik perhatian lawan bicara.”
“Sadar akan diri sendiri dan lingkungan sekitar, waspada.”